Humbang Hasundutan, Sordah.com — Guru-guru di Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan langsung penerapan Metode Gasing atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan di hadapan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.
Peragaan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura atau TSTH2, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur TSTH2 Prof. Fatmawati, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., serta sejumlah undangan.
Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan riset, inovasi, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan dan ketahanan pangan.
Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa riset harus memberikan manfaat nyata. Menurutnya, penelitian tidak cukup berhenti pada hasil kajian, tetapi perlu diarahkan agar dapat dimanfaatkan, dikembangkan, dan memiliki nilai tambah.
“Riset sangat penting. Kebanggaan periset atau peneliti adalah hasilnya dapat dipakai dan dipatenkan. Riset mendukung hilirisasi, terus riset dan jangan menyerah,” ujar Prof. Brian.
Ia menilai penguatan riset dan pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk upaya mewujudkan kemandirian pangan.
Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi TSTH2 dalam pengembangan pertanian dan hortikultura berbasis riset serta teknologi.
TSTH2 dinilai memiliki peluang untuk mendukung pengembangan bibit unggul dan penerapan teknologi dalam pertanian modern. Keberadaan pusat riset tersebut di Humbang Hasundutan diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi di daerah.
Direktur TSTH2 Prof. Fatmawati mengatakan TSTH2 memiliki visi menjadi pusat riset herbal dan hortikultura terdepan di Indonesia yang menghasilkan inovasi dan teknologi bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan TSTH2 membutuhkan dukungan riset, teknologi, serta kolaborasi lintas sektor agar mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat lebih luas.
Di tengah agenda tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan memperkenalkan sejumlah guru yang telah mengikuti pelatihan Metode Gasing.
Para guru kemudian memperagakan metode pembelajaran tersebut secara langsung di hadapan Mendiktisaintek, Ketua DEN, Direktur TSTH2, dan para undangan.
Peragaan itu menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan kepada guru mulai diterapkan dalam proses pembelajaran. Metode Gasing diharapkan membuat pembelajaran numerasi lebih sederhana, interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi siswa.
Metode Gasing sendiri digagas Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Penerapannya diarahkan untuk membantu peserta didik memahami konsep numerasi melalui proses pembelajaran yang lebih mudah dan menarik.
Bupati Humbang Hasundutan menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan penerapan Metode Gasing di sekolah-sekolah. Guru yang telah mendapatkan pelatihan didorong untuk terus mempraktikkan sekaligus mengembangkan metode tersebut dalam kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap penerapan metode pembelajaran inovatif tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Di sisi lain, penguatan pendidikan dan riset yang berlangsung bersamaan dengan pengembangan TSTH2 menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba


