Refleksi Jumat Agung: Pengorbanan Kristus sebagai Kompas Moral Pemuda

Jumat, 3 April 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siantar, Sordah.com- Kita kembali dipanggil untuk menghadap salib-Nya. Panggilan yang datang ditengah dinamika zaman dan tantangan kota Pematangsiantar yang kita cintai. Jumat Agung hadir sebagai pengingat bahwa pengorbanan adalah bentuk tertinggi dari pengabdian.

“Salib bukan sekadar simbol penderitaan, melainkan simbol keberanian untuk berdiri di atas kebenaran. Kristus telah memberikan teladan bahwa untuk mencapai pemulihan. Kita butuh kerelaan untuk melayani dan berkorban bagi sesama,” jelas Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar, Jon Roi Tua Purba.

Disampaikanya, peringatan Jumat Agung 2026 ini, saya mengajak seluruh kader GAMKI dan masyarakat Kota Pematangsiantar refleksi, menjadikan pengorbanan Kristus sebagai kompas moral dalam setiap langkah organisasi dan kehidupan pribadi.

Selain itu, Pemuda juga harus memupuk solidaritas dengan menebar kasih tanpa batas kepada sesama warga kota, tanpa memandang perbedaan, sebagai wujud nyata garam dan terang.

Pemuda Gereja diharapkan menjaga integritas sebagai murid Kristus. Ini penting untuk mengawal pembangunan dan kedamaian di kota Pematangsiantar.

Seringkali kita mengejar jabatan atau pengaruh untuk merasa kuat. Jumat Agung mengingatkan bahwa pengaruh yang paling mengubah dunia lahir dari pengorbanan dan ketulusan hati, bukan dari ambisi kekuasaan.

Mengutip dari Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Jika karya keselamatan sudah selesai dikerjakan Kristus, maka tugas kita sekarang adalah mengerjakan keselamatan itu melalui tindakan nyata (sosial, politik, ekonomi). Kita tidak lagi bekerja untuk selamat, tapi bekerja karena sudah diselamatkan.

“Selamat Memperingati Jumat Agung 2026.
Mari kita hayati luka-luka Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib sebagai sumber kesembuhan bagi jiwa dan kota kita. Kiranya kasih Allah menyertai setiap gerak langkah perjuangan kita.Ora Et Labora. Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa,” tutup Jon Roi.

Berita Terkait

Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030
MTQN ke-58 Pematangsiantar Dibuka, Wali Kota Wesly Tekankan Pentingnya Toleransi Beragama
Hindari Polarisasi, GAMKI Ajak Publik Sikapi Polemik Jusuf Kalla secara Bijak
Pematangsiantar Tembus 4 Besar Kota Paling Toleran 2025, Prestasi Mengejutkan di Usia 155 Tahun
Wali Kota Wesly Terima Lukisan The Last Supper di Puncak Perayaan Paskah Katolik Pematangsiantar
Pernyataan Jusuf Kalla Picu Polemik, GAMKI Pematangsiantar Dukung Jalur Hukum Demi Jaga Toleransi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 06:46 WIB

Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:15 WIB

MTQN ke-58 Pematangsiantar Dibuka, Wali Kota Wesly Tekankan Pentingnya Toleransi Beragama

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:44 WIB

Hindari Polarisasi, GAMKI Ajak Publik Sikapi Polemik Jusuf Kalla secara Bijak

Rabu, 29 April 2026 - 16:42 WIB

Pematangsiantar Tembus 4 Besar Kota Paling Toleran 2025, Prestasi Mengejutkan di Usia 155 Tahun

Senin, 20 April 2026 - 05:22 WIB

Wali Kota Wesly Terima Lukisan The Last Supper di Puncak Perayaan Paskah Katolik Pematangsiantar

Berita Terbaru