Grobogan, SORDAH.Com – Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari. Sebuah mobil tertabrak kereta hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Insiden terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalan Tuko–Sidorejo, Dusun Sugihan. Mobil Toyota Avanza yang membawa sembilan penumpang dihantam kereta Argo Bromo Anggrek dari arah barat ke timur.
Kendaraan tersebut melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintasi rel, mobil diduga berhenti tepat di atas perlintasan karena mesin mati.
Dalam kondisi itu, kereta sudah berada dalam jarak dekat. Tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras menghantam bagian depan kiri mobil. Kendaraan terpental sekitar 20 meter, menabrak tiang telekomunikasi, lalu terlempar ke area persawahan di sisi rel.
Empat korban meninggal dunia, yakni Nayla Dwi Kartika 10 tahun, Mukamat Sakroni 51 tahun, Dalni 51 tahun, dan Shazia Belvania Mutia 2 tahun. Seluruh korban sempat dibawa ke Puskesmas Pulokulon sebelum dinyatakan meninggal.
Korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dirawat di RSUD Purwodadi dalam kondisi serius, sementara beberapa korban lain menjalani rawat jalan.
Pengemudi mobil, Kardi 50 tahun, selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kurangnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu.
Kecelakaan ini menambah daftar insiden di perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








