Dairi, SORDAH.Com – Ketua GAMKI Dairi, Januar Pasaribu, angkat bicara terkait polemik antara seorang kepala sekolah berinisial RS dengan Ketua DPRD Dairi berinisial SS yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.
Pernyataan tersebut disampaikan Januar Pasaribu di Sidikalang, Kamis, 15 Mei 2026, menyusul persoalan yang disebut telah beberapa kali difasilitasi Dinas Pendidikan namun belum mencapai titik temu.
Menurut Januar, apabila dugaan ucapan tidak pantas yang disampaikan oknum Ketua DPRD kepada kepala sekolah tersebut benar terjadi, maka sikap terbuka dan kebesaran hati diperlukan untuk menyelesaikan persoalan secara baik.
“Kalau memang terbukti ada ucapan yang tidak pantas kepada guru tersebut, sebaiknya dapat disikapi dengan lapang dada dan diselesaikan secara baik, termasuk meminta maaf apabila memang ada kekeliruan,” ujar Januar Pasaribu.
Ia mengaku mengenal kedua pihak secara pribadi dan menilai keduanya merupakan sosok yang memiliki kontribusi di bidang masing-masing.
“Saya kenal personal keduanya. Keduanya orang baik,” katanya.
Menurut Ketua GAMKI Dairi itu, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang bijak dan kepala dingin tanpa harus berkepanjangan.
Januar juga menilai sosok Ketua DPRD Dairi merupakan tokoh yang memiliki pengalaman panjang di dunia politik daerah.
“Beliau merupakan salah satu tokoh besar di Kabupaten Dairi. Hal itu terlihat dari kepercayaan masyarakat yang telah memberinya amanah hingga tiga kali menjabat Ketua DPRD. Tentu kita tidak ingin persoalan ini mencoreng nama baik beliau,” ujarnya.
Di sisi lain, Januar menyebut RS juga dikenal sebagai kepala sekolah yang memiliki tanggung jawab dan pengalaman dalam dunia pendidikan.
“Kepala sekolah tersebut juga dikenal bertanggung jawab. Itu terlihat karena sudah beberapa kali dipercaya memimpin sekolah,” katanya.
Karena itu, GAMKI Dairi berharap kedua pihak dapat mengedepankan penyelesaian secara damai demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Perdamaian akan tercapai apabila semua pihak mengedepankan sikap arif, bijaksana, dan kepala dingin,” ucap Januar.
Sebelumnya, polemik tersebut mencuat setelah RS mendatangi Gedung DPRD Dairi untuk meminta klarifikasi terkait dugaan ucapan “bodat” yang disebut dilontarkan Ketua DPRD Dairi, SS, saat percakapan melalui telepon terkait usulan pembangunan sanitasi sekolah.
RS mengaku kecewa karena ucapan tersebut dinilai merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik, terlebih percakapan itu didengar sejumlah guru melalui pengeras suara telepon.
Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian masyarakat dan belum menemukan penyelesaian. (Rel)








