Medan, Sordah.com — Rapidin Simbolon genap berusia 59 tahun pada Minggu (11/10/2026). Perjalanan politiknya, mulai dari pemerintahan Kabupaten Samosir hingga menjadi anggota DPR RI, menjadi sorotan sejumlah kader PDI Perjuangan di Sumatera Utara yang berharap pengabdiannya terus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rapidin lahir di Lumban Lintong pada 11 Oktober 1967. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati dan Bupati Samosir sebelum melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional sebagai anggota Komisi XIII DPR RI. Saat ini, ia juga memimpin DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.
Bagi sejumlah kader partai, pertambahan usia Rapidin menjadi pengingat bahwa kerja politik perlu diukur dari manfaatnya bagi masyarakat. Persoalan kesejahteraan keluarga, akses pelayanan publik, keberlangsungan usaha, hingga kebutuhan petani dinilai masih memerlukan perhatian berkelanjutan.
Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Fraksi PDI Perjuangan, Erwin Freddy Siahaan, mengatakan politik semestinya senantiasa terhubung dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurut dia, perjuangan untuk memperluas kesempatan ekonomi dan menghadirkan pelayanan publik yang adil perlu menjadi bagian dari kerja politik sehari-hari.
Harapan serupa disampaikan Henri Aristian Silalahi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Padang Lawas Utara yang juga anggota DPRD setempat. Ia berharap Rapidin senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan tanggung jawab serta memperjuangkan aspirasi warga.
Henri menilai pengalaman Rapidin selama berkiprah di pemerintahan daerah dan parlemen dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kesediaan untuk mendengarkan masyarakat dan menerjemahkan aspirasi mereka menjadi kerja nyata.
Di Kabupaten Karo, Ketua DPRD Karo sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan setempat, Iriani Tarigan, menyoroti perhatian Rapidin kepada anak-anak korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Iriani, kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan merupakan sikap yang patut dicontoh oleh kader partai.
“Pak Rapidin teladan bagi kami,” kata Iriani.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus anggota DPRD setempat, Jimmi Tambunan, menyoroti persoalan ekonomi keluarga dan kebutuhan petani. Ia mengatakan Rapidin berupaya membantu petani melalui pemberian bibit jagung serta fasilitasi alat dan mesin pertanian, baik melalui dukungan pemerintah maupun dana pribadi.
Menurut Jimmi, kedekatan dengan masyarakat juga tercermin dari kesediaan mendengarkan keluhan warga. Aspirasi tersebut, kata dia, perlu diperjuangkan melalui saluran yang tersedia agar dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan perjuangan politik harus diarahkan pada perluasan kesejahteraan dan terciptanya kehidupan yang lebih adil. Ia mengingatkan bahwa pembangunan perlu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Sutrisno juga mengaitkan semangat pengabdian tersebut dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader menangis dan tertawa bersama rakyat. Menurut dia, prinsip itu perlu diwujudkan melalui keberpihakan yang konsisten terhadap kepentingan masyarakat.
Ulang tahun ke-59 Rapidin Simbolon pun menjadi momentum bagi para kader untuk menyampaikan harapan agar pengalaman politik yang dimilikinya terus digunakan untuk menjawab persoalan warga. Pada akhirnya, ukuran pengabdian politik tidak hanya terletak pada perjalanan jabatan, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hutajulu


