495 Siswa Terdampak MBG di Karo Terima Tali Asih, Rapidin: Jangan Merasa Sendiri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo, SORDAH.com – Sebanyak 495 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, mendapat tali asih dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.

Penyaluran bantuan berlangsung di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Sabtu (3/10/2026). Bantuan diberikan sebagai bentuk dukungan kepada siswa dan keluarga yang masih menghadapi dampak dari kejadian tersebut.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, mengatakan kehadiran pihaknya bukan semata untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para siswa dan keluarga.

Ia berharap para siswa dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa tanpa terbebani pengalaman yang mereka alami.

“Kami hadir untuk memberikan semangat, dorongan, dan penguatan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan tidak membawa pengalaman ini menjadi trauma. Kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak pihak yang peduli dan ikut memberikan dukungan,” ujar Rapidin.

Menurut Rapidin, dirinya telah menyampaikan perkembangan kondisi para siswa terdampak di Karo kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ia mengatakan, Megawati berpesan agar kader partai tetap berada di tengah masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.

“Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberikan penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” kata Rapidin.

Tali asih diberikan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia. Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.

Siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk mendapatkan bantuan sebesar Rp2,5 juta per orang.

Sementara siswa yang menjalani rawat inap memperoleh Rp500 ribu per orang. Adapun siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan mendapatkan Rp300 ribu per orang.

Rapidin menegaskan, nilai bantuan bukan menjadi hal utama dalam penyaluran tali asih tersebut. Menurutnya, yang lebih penting adalah pesan dukungan kepada siswa dan keluarga bahwa mereka tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian.

“Ini bukan semata-mata persoalan nilainya. Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kader-kader PDI Perjuangan yang dipimpin Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hadir memberikan semangat dan penguatan kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo sekaligus anggota DPRD Karo, Peri Edisonta Milala, sebanyak 495 siswa terdampak berasal dari sejumlah sekolah di Berastagi.

Rinciannya, SD Yayasan Bersama sebanyak 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi sebanyak 325 siswa, serta SMK Negeri Merdeka Berastagi sebanyak 45 siswa.

Dari total tersebut, sebanyak 396 rekening bantuan telah tercetak melalui BRI. Sementara 99 rekening lainnya masih dalam proses karena terdapat data Nomor Induk Kependudukan yang perlu diperbaiki.

“Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang masih terkendala data dapat segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat diterima oleh seluruh siswa yang telah terdata,” kata Peri.

Penyaluran tali asih tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara bersama jajaran partai di Kabupaten Karo.

Rapidin mengatakan perhatian terhadap siswa terdampak tidak berhenti di Tanah Karo. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang dan Asahan.

“Kami mulai dari Tanah Karo. Selanjutnya juga akan dilakukan di daerah lain, termasuk Deli Serdang dan Asahan. Ini merupakan bentuk kepedulian kader PDI Perjuangan Sumatera Utara kepada anak-anak yang terdampak,” katanya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Soetarto, mengatakan pemberian tali asih merupakan bagian dari kepedulian terhadap siswa dan keluarga yang terdampak.

Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga terus memantau kondisi para siswa, termasuk mereka yang masih menjalani perawatan.

“Semua ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik siswa-siswi yang terdampak MBG. Kami juga terus memantau kondisi mereka, termasuk mengunjungi anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Soetarto.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo sekaligus kader PDI Perjuangan, Iriani Br Tarigan, mengatakan perhatian terhadap siswa juga dilakukan melalui pengawalan terhadap persoalan yang muncul setelah kejadian tersebut.

PDI Perjuangan bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Karo, kata Iriani, akan terus menyampaikan aspirasi orang tua siswa kepada Badan Gizi Nasional atau BGN.

Sebelumnya, perwakilan DPRD Karo bersama pihak terkait juga telah membawa aspirasi mengenai penanganan siswa terdampak ke BGN di Jakarta.

“Kami akan terus bersama masyarakat dan mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak serta orang tua akan terus kami perjuangkan melalui jalur yang ada,” ujar Iriani.

Iriani juga menyampaikan bahwa program MBG tetap perlu diperbaiki dalam pelaksanaannya agar tujuan penyediaan makanan bergizi bagi siswa berjalan seiring dengan perhatian terhadap keamanan dan kesehatan.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” katanya.

Penyaluran tali asih tersebut turut dihadiri jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Soetarto, Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Sutrisno Pangaribuan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo, perwakilan BRI, orang tua, serta para siswa terdampak.

Bagi para siswa dan keluarga, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian di tengah proses pemulihan setelah kejadian yang mereka alami. Di sisi lain, pengawalan terhadap persoalan MBG di Tanah Karo juga masih berlanjut, termasuk terkait aspirasi orang tua dan evaluasi pelaksanaan program.

Penulis: Handrico S.
Editor: Dedy Hutajulu

Berita Terkait

Jembatan Aek Pungga Rampung, Akses Warga Hutaginjang Diharapkan Makin Lancar
Robi Barus Bagikan Masker Saat Sosper Perlindungan Anak di Tengah Kabut Asap Medan
Disdukcapil Humbahas Jemput Bola, Fasilitasi Perekaman KTP-el bagi Warga Penyandang Disabilitas di Desa Purba Dolok
GAMKI Targetkan 2.000 Pemuda Gereja Hadiri Apel Kebangsaan di Siantar
BPSDM Sumut Dorong DPRD Simalungun Pastikan Anggaran Berdampak bagi Warga
Tahun 2026, Kota Pematangsiantar Dapat Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni 634 Unit
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Humbahas Serah Terimakan Ambulans kepada Puskesmas Hutagalung
Bupati dan Forkopimda Humbahas Sambut Danyonif TP 955/Hoda Sihapaspili
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Jembatan Aek Pungga Rampung, Akses Warga Hutaginjang Diharapkan Makin Lancar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Robi Barus Bagikan Masker Saat Sosper Perlindungan Anak di Tengah Kabut Asap Medan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:50 WIB

GAMKI Targetkan 2.000 Pemuda Gereja Hadiri Apel Kebangsaan di Siantar

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:11 WIB

BPSDM Sumut Dorong DPRD Simalungun Pastikan Anggaran Berdampak bagi Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Tahun 2026, Kota Pematangsiantar Dapat Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni 634 Unit

Berita Terbaru