Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SORDAH.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara sejak Kamis (15/10/2026) mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini mendorong Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Sutarto meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Kabut asap terpantau menyelimuti Kota Medan sejak pagi hingga sore hari. Jarak pandang berkisar 1 hingga 3 kilometer. Aktivitas warga di luar ruangan pun berkurang akibat kondisi udara yang memburuk.

Dampak serupa dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan lain, mulai dari Mandailing Natal di wilayah selatan Sumatera Utara hingga kawasan Danau Toba.

Sutarto meminta pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta kementerian terkait mengambil langkah serius dan terpadu untuk mengatasi dampak kabut asap.

“Saya meminta pemerintah pusat, baik BNPB, BMKG, maupun kementerian, untuk melakukan penanganan serius mengatasi dampak karhutla ini,” kata Sutarto, Sabtu (17/10/2026).

Menurut dia, langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang melakukan upaya modifikasi cuaca perlu mendapat dukungan. Namun, upaya tersebut harus dilakukan secara masif agar dapat membantu mengurangi kepekatan asap dan memperbaiki kondisi udara.

Selain penanganan di lapangan, Sutarto menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai risiko paparan asap. Pemerintah perlu aktif menyosialisasikan penggunaan masker dan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara memburuk.

Perhatian khusus, lanjut dia, harus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, terutama asma dan gangguan jantung.

Sutarto juga meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan hingga ke daerah pelosok. Ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) harus menjadi perhatian selama kabut asap masih mengancam kesehatan warga.

Masyarakat juga perlu mendapat kemudahan untuk melaporkan keluhan pernapasan agar bisa segera memperoleh penanganan medis. Di sisi lain, pemerintah diminta memastikan persediaan masker mencukupi guna mencegah kelangkaan dan pembelian secara berlebihan.

Sutarto turut mendorong penetapan status bencana nasional menyusul dampak karhutla yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut dia, penetapan status tersebut dapat membantu mengoordinasikan penanganan, termasuk dari sisi anggaran dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Dengan penetapan bencana nasional, penanganan akan lebih terakomodasi dari sisi anggaran dan pemangku kepentingan yang turut serta mengatasi dampak karhutla ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan tidak ditemukan titik panas atau hotspot karhutla di wilayah tersebut berdasarkan data BMKG pada hari yang disampaikan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung mengatakan, kabut asap yang menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut diduga berasal dari luar provinsi dan terbawa pergerakan angin.

“Data BMKG hari ini tidak ada lagi titik api di Sumut. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh,” kata Heri.

Menurut Heri, pergerakan angin menyebabkan asap dari wilayah lain masuk ke Sumatera Utara dan membuat masyarakat kembali harus menggunakan masker.

Dampak kabut asap juga dirasakan sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat pada 16–21 Oktober 2026.

Di sektor transportasi udara, Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang mencatat tiga penerbangan domestik dibatalkan. Selain itu, sebanyak 11 penerbangan domestik dan internasional mengalami penundaan dalam dua hari terakhir, menurut keterangan Heri.

Heri menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tingkat nasional saat ini didominasi kebakaran di kawasan lahan gambut. Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kalimantan, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Perbedaan antara kondisi titik panas di Sumatera Utara dan kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melampaui lokasi kebakaran. Karena itu, penanganan tidak hanya perlu berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pemantauan kualitas udara, perlindungan kesehatan masyarakat, dan koordinasi lintas daerah.

Penulis : Dedy Hutajulu
Editor : Jon Roi Purba

Berita Terkait

Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang
Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang
Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan
Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan
59 Siswa di Galang Terima Tali Asih PDI Perjuangan, Keamanan MBG Diminta Diperkuat
Perbankan Indonesia Hadapi Tujuh Tantangan Menuju 2027, dari AI hingga Serangan Siber
Sutrisno Pangaribuan Klaim MK Bisa Buka Jalan Indonesia Punya Wapres Baru Jika Syarat Pendidikan Gibran Bermasalah
Bandar Betsy Jadi Lokasi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan

Berita Terbaru