Waspada! Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Ancaman Kematian Massal Ikan di Keramba Mengintai

Sabtu, 25 April 2026 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMOSIR, SORDAH.com — Penurunan muka air Danau Toba secara signifikan dalam satu tahun terakhir memicu kekhawatiran serius terhadap sektor perikanan budidaya di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia itu.

Data satelit altimetri menunjukkan muka air Danau Toba turun hingga 1,6 meter selama periode Juni 2025 hingga Maret 2026. Kondisi tersebut diprediksi masih berlanjut apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Ahli Penginderaan Jauh Satelit dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Jonson Lumban Gaol, memperingatkan penurunan muka air berpotensi menembus 2 meter pada tahun ini.

Menurutnya, ancaman semakin besar seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif yang diperkirakan terjadi bersamaan pada 2026.

“Kombinasi fenomena ini dapat memicu musim kering berkepanjangan, mempercepat penyusutan volume air, dan berisiko menyebabkan kematian massal ikan pada Keramba Jaring Apung (KJA),” ujar Jonson dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan historis, penurunan muka air secara drastis kerap beriringan dengan peristiwa kematian massal ikan, seperti yang pernah terjadi pada 2016, 2018, 2020, dan 2023.

Jonson menyebut penyusutan air menjadi pemicu utama ketika cuaca ekstrem melanda. Saat perairan dangkal, angin kencang dapat mengaduk limbah organik di dasar danau.

Sedimen halus yang terangkat ke permukaan berpotensi menyumbat insang ikan. Selain itu, air dari lapisan bawah yang miskin oksigen naik ke permukaan sehingga kadar oksigen terlarut turun drastis.

Tak hanya itu, proses penguraian limbah secara anaerobik juga menghasilkan gas berbahaya seperti hidrogen sulfida dan metana yang dapat merusak sistem pernapasan ikan serta memperburuk kualitas air.

Menyikapi kondisi tersebut, nelayan dan pengusaha Keramba Jaring Apung diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika muncul tanda-tanda angin kencang atau perubahan warna air menjadi keruh.

Langkah mitigasi yang disarankan antara lain memindahkan unit keramba ke area perairan lebih dalam serta melakukan panen lebih awal guna menekan potensi kerugian.

Kalangan akademisi juga mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah cepat dan proaktif.

“Pemerintah tidak cukup hanya memberikan imbauan. Diperlukan implementasi sistem peringatan dini atau early warning system yang akurat dan cepat untuk melindungi mata pencaharian masyarakat di kawasan Danau Toba,” tegas Jonson.

Penulis: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Puting Beliung Terjang Patumbak, 19 Rumah Rusak, Warga Panik Saat Hujan dan Angin Kencang Mengamuk
Empat Hari Dicari, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Akhirnya Ditemukan Mengapung
Dosen IPB Beberkan Kesalahan Umum Saat Mengolah Daging Kurban, Ini Cara Aman Menanganinya
Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Lewat Program Presidential Future Leaders 2026
Listrik Sumbagut Sempat Padam Massal, Gangguan Transmisi Lintas Sumatera Jadi Penyebab
Produksi Migas Meningkat, Pertamina Pangkalan Susu Berhasil Temukan Cadangan Gas Baru
BRIN Rilis E-Book 101 Ide Industri Kreatif, Dorong Riset Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Indonesia
BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun Tegaskan Tidak Terlibat Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:30 WIB

Puting Beliung Terjang Patumbak, 19 Rumah Rusak, Warga Panik Saat Hujan dan Angin Kencang Mengamuk

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:57 WIB

Empat Hari Dicari, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Akhirnya Ditemukan Mengapung

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:24 WIB

Dosen IPB Beberkan Kesalahan Umum Saat Mengolah Daging Kurban, Ini Cara Aman Menanganinya

Senin, 25 Mei 2026 - 10:51 WIB

Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Lewat Program Presidential Future Leaders 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:33 WIB

Listrik Sumbagut Sempat Padam Massal, Gangguan Transmisi Lintas Sumatera Jadi Penyebab

Berita Terbaru