Jakarta, SORDAH.Com – Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) meluncurkan e-book 101 Ide Industri Kreatif sebagai langkah baru untuk menghubungkan hasil riset dengan peluang ekonomi kreatif di Indonesia.
E-book ini berisi berbagai ide berbasis penelitian, mulai dari warisan budaya Nusantara, wastra, gastronomi, kesehatan, digital kreasi, hingga pariwisata. Tujuannya adalah menjadikan hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi bisa langsung dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Harry Jogaswara, menyebut bahwa budaya Indonesia adalah sumber besar inspirasi untuk industri kreatif masa depan. Menurutnya, kekayaan pengetahuan, sejarah, dan budaya bisa diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
“Riset yang selama ini dilakukan BRIN bisa menjadi jembatan antara pengetahuan dan peluang ekonomi kreatif,” ujarnya dalam kegiatan BRIN Goes to Industry 4 di Jakarta.
E-book 101 Ide Industri Kreatif ini dirancang untuk membuka peluang baru di berbagai sektor, seperti storytelling, desain, kuliner, suvenir budaya, wisata edukasi, hingga konten digital. BRIN juga mengajak UMKM, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku industri kreatif untuk memanfaatkan hasil riset sebagai sumber ide bisnis dan inovasi.
Selain e-book, BRIN juga memperkenalkan CILCO (The Corpus of Indonesian Language, Literature, and Community), yaitu korpus digital bahasa Indonesia yang berisi jutaan data bahasa untuk memetakan keragaman bahasa dan budaya di Indonesia.
Menurut Harry, data bahasa ini sangat penting di era digital. Ia menegaskan bahwa pihak yang mampu mengelola data akan memiliki keunggulan besar dalam inovasi dan pengaruh.
“Data menjadi sumber daya yang sangat berharga di era digital,” katanya.
CILCO diharapkan menjadi alat penting bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat untuk memahami perkembangan bahasa Indonesia serta kekayaan budaya daerah.
Peluncuran dua inovasi ini menunjukkan komitmen BRIN untuk memperkuat ekosistem riset nasional agar lebih dekat dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya ekonomi kreatif berbasis ilmu pengetahuan.
Penulis: Lindung Silaban








