Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik di Asia, Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Baru

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, Sordah.com – Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengamatan antariksa paling maju di Asia.

Observatorium tersebut akan dilengkapi teleskop terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di kawasan strategis dekat garis khatulistiwa, menjadikannya titik penting untuk pengamatan luar angkasa secara global.

Deputi atau perwakilan BRIN, Arif, mengatakan percepatan penyelesaian proyek ini menjadi prioritas agar segera dapat beroperasi penuh dan mendukung penguatan riset antariksa Indonesia, termasuk pengembangan spaceport nasional di Biak, Papua.

“Kami ingin teleskop ini segera dirampungkan dan beroperasi penuh, karena akan menjadi fasilitas strategis bagi penguatan riset antariksa Indonesia sekaligus mendukung pengembangan spaceport nasional di Biak Papua,” ujarnya saat kunjungan kerja di Gunung Timau, Kamis (7/5).

Saat ini, progres pembangunan teleskop telah mencapai sekitar 95 persen. BRIN menargetkan penyempurnaan fasilitas agar segera dapat digunakan untuk kolaborasi riset internasional.

Selain pembangunan teleskop, BRIN juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem riset, termasuk penambahan tenaga peneliti baru, revitalisasi gedung magnetometer, serta peningkatan fasilitas penunjang lainnya.

“Tidak hanya membangun teleskop, kami juga perlu memperkuat ekosistem risetnya. Penambahan peneliti dan revitalisasi gedung magnetometer menjadi bagian penting untuk mendukung operasional observatorium secara optimal,” jelas Arif.

BRIN juga meminta Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan Observatorium Nasional Gunung Timau agar tidak terisolasi dan dapat menunjang mobilitas peneliti serta peralatan riset.

“Observatorium ini memiliki peran strategis bagi riset antariksa Indonesia. Karena itu, akses jalannya juga harus diperkuat agar kawasan ini tidak terisolasi,” tambahnya.

Sementara itu, Research Fellow Pusat Riset Antariksa BRIN, Andre Pandie, menjelaskan bahwa observatorium ini akan menjadi bagian penting dalam pengembangan spaceport nasional di Biak, Papua.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam riset antariksa global.

“Teleskop ini merupakan teleskop terbesar di Asia Tenggara. Saat ini hanya ada dua teleskop dengan spesifikasi serupa di dunia, yakni di Jepang dan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadi keunggulan tersendiri untuk pengamatan luar angkasa. Hal ini juga membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas ketika observatorium mulai beroperasi penuh.

Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, Observatorium Nasional Gunung Timau diharapkan menjadi tonggak baru kejayaan riset antariksa Indonesia di tingkat Asia maupun dunia.

Penulis: Lindung Silaban

Berita Terkait

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius
Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang
Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang
Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan
Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan
59 Siswa di Galang Terima Tali Asih PDI Perjuangan, Keamanan MBG Diminta Diperkuat
Perbankan Indonesia Hadapi Tujuh Tantangan Menuju 2027, dari AI hingga Serangan Siber
Sutrisno Pangaribuan Klaim MK Bisa Buka Jalan Indonesia Punya Wapres Baru Jika Syarat Pendidikan Gibran Bermasalah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan

Berita Terbaru