Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 5 Tewas dan Puluhan Luka

Selasa, 28 April 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, SORDAH.com – Tragedi kecelakaan kereta api mengguncang wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 20.40 WIB dan langsung memicu kepanikan besar di lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga Selasa (28/4/2026) dini hari.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang.

Selain korban meninggal, dilaporkan masih ada sekitar tiga orang yang terperangkap di dalam gerbong dan belum berhasil dievakuasi saat proses penyelamatan berlangsung.

Sebanyak 79 penumpang KRL telah dievakuasi dan dibawa ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dari insiden maut tersebut.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan petugas PT KAI terus bekerja keras mengevakuasi korban yang terjepit di dalam gerbong KRL.

Gerbong perempuan disebut menjadi titik kerusakan paling parah setelah dihantam langsung oleh lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

Ia menegaskan keselamatan penumpang dan seluruh pihak terdampak menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut penjelasan awal, kecelakaan diduga bermula ketika sebuah KRL lebih dulu menabrak mobil taksi hijau di perlintasan JPL 85.

Insiden itu diduga mengganggu sistem perjalanan kereta di area emplasemen Bekasi Timur.

Saat KRL Commuter Line menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang diduga tidak sempat berhenti dan langsung menghantam rangkaian KRL.

Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, membenarkan bahwa kecelakaan besar ini berawal dari insiden awal KRL menabrak taksi yang melintang di rel.

Sejumlah saksi mata menggambarkan benturan terdengar sangat keras seperti ledakan.

Bahkan, kepala lokomotif KA Argo Bromo Anggrek disebut menembus gerbong paling belakang KRL yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Pemerintah kini menyerahkan investigasi penyebab pasti kecelakaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab insiden secara menyeluruh.

PT KAI melalui Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas peristiwa ini.

Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan di Indonesia sepanjang 2026 dan berdampak besar terhadap operasional kereta di lintas Bekasi, Cikarang, dan Jakarta.

Berita Terkait

Puting Beliung Terjang Patumbak, 19 Rumah Rusak, Warga Panik Saat Hujan dan Angin Kencang Mengamuk
Empat Hari Dicari, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Akhirnya Ditemukan Mengapung
Dosen IPB Beberkan Kesalahan Umum Saat Mengolah Daging Kurban, Ini Cara Aman Menanganinya
Listrik Sumbagut Sempat Padam Massal, Gangguan Transmisi Lintas Sumatera Jadi Penyebab
Produksi Migas Meningkat, Pertamina Pangkalan Susu Berhasil Temukan Cadangan Gas Baru
BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun Tegaskan Tidak Terlibat Aksi Unjuk Rasa
Sumatera Utara Siapkan Pembangunan Rumah Sakit Internasional Berkapasitas 250 Tempat Tidur
Bupati Humbahas Ajak WKRI Perkuat Kolaborasi Sosial Usai Pelantikan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:30 WIB

Puting Beliung Terjang Patumbak, 19 Rumah Rusak, Warga Panik Saat Hujan dan Angin Kencang Mengamuk

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:57 WIB

Empat Hari Dicari, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Akhirnya Ditemukan Mengapung

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:24 WIB

Dosen IPB Beberkan Kesalahan Umum Saat Mengolah Daging Kurban, Ini Cara Aman Menanganinya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:33 WIB

Listrik Sumbagut Sempat Padam Massal, Gangguan Transmisi Lintas Sumatera Jadi Penyebab

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:12 WIB

Produksi Migas Meningkat, Pertamina Pangkalan Susu Berhasil Temukan Cadangan Gas Baru

Berita Terbaru