Jakarta, SORDAH.Com – Kabar duka yang menyelimuti peristiwa meninggalnya salah satu korban di wilayah Bekasi Timur mendapat perhatian serius dari PT Kereta Api Indonesia atau KAI. Perusahaan tersebut memastikan tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menjamin keberlanjutan pendidikan anak yang ditinggalkan korban.
Seorang korban meninggal dunia dalam insiden di Bekasi Timur yang melibatkan layanan transportasi kereta. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
KAI sebagai operator transportasi nasional hadir langsung memberikan pendampingan kepada keluarga korban, khususnya kepada anak korban yang kini menjadi perhatian utama dalam keberlanjutan masa depan pendidikan.
Pendampingan mulai dilakukan sejak 28 April 2026 dan akan berlangsung hingga 11 Mei 2026 melalui posko informasi yang disediakan di Bekasi Timur.
KAI menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk memastikan keluarga korban tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam menjaga masa depan anak melalui jaminan pendidikan.
Selain jaminan pendidikan bagi anak korban, KAI juga memberikan berbagai layanan pendampingan yang berkelanjutan. Di antaranya pembukaan posko informasi untuk membantu keluarga korban, layanan administrasi lanjutan, pengembalian barang milik pelanggan, serta fasilitasi trauma healing guna membantu pemulihan kondisi psikologis keluarga.
KAI menyatakan bahwa proses pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir mendampingi keluarga korban dalam setiap tahapan yang mereka jalani.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi keluarga korban, khususnya anak yang ditinggalkan, agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








