Medan, SORDAH.Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat peningkatan pada Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia sepanjang tahun 2025. Kenaikan tersebut dinilai menjadi indikator positif terhadap stabilitas daerah yang mendukung pembangunan serta pertumbuhan investasi di Sumut.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Utara, Mulyono, dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama Sumut meningkat dari 80,88 pada tahun 2024 menjadi 81,2 pada tahun 2025. Sementara itu, Indeks Demokrasi Indonesia Sumut juga mengalami kenaikan dari 80,19 menjadi 81,5 pada periode yang sama.
Menurut Mulyono, capaian tersebut menunjukkan kondisi sosial, toleransi, dan demokrasi di Sumut semakin kondusif sehingga mampu mendukung jalannya program pembangunan daerah.
“Peningkatan berbagai indeks ini menjadi indikator bahwa situasi sosial dan demokrasi di Sumatera Utara semakin baik serta mendukung pelaksanaan pembangunan,” ujar Mulyono.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, Pemprov Sumut melalui Kesbangpol menjalankan sejumlah program strategis. Program itu meliputi edukasi solidaritas sosial, pembekalan wawasan kebangsaan, hingga penguatan ketahanan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan.
Selain itu, Kesbangpol Sumut juga rutin menggelar dialog lintas agama dan budaya bersama tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat melalui Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB.
Pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, radikalisme, dan terorisme melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar.
Dalam upaya pemberantasan narkoba, Kesbangpol Sumut membentuk konselor adiksi yang bertugas memberikan pendampingan bagi masyarakat terdampak narkoba, termasuk rehabilitasi dan edukasi deteksi dini.
“Para konselor adiksi ini memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terpapar narkoba, termasuk rencana rehabilitasi dan edukasi deteksi dini penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Mulyono menambahkan, kampanye anti narkoba di Sumut terus digencarkan melalui berbagai media informasi dan edukasi publik. Bahkan, Sumatera Utara saat ini berada di peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan kampanye anti narkoba.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








