Revitalisasi 809 Sekolah di NTT Digeber, Pemerintah Kucurkan Rp630 Miliar untuk Pendidikan Daerah 3T

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung mengawal Program Revitalisasi Pendidikan Daerah 3T di NTT. (Foto:Istimewa)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung mengawal Program Revitalisasi Pendidikan Daerah 3T di NTT. (Foto:Istimewa)

Kupang, SORDAH.Com – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan fokus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia. Salah satu daerah prioritas adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih memiliki banyak sekolah di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung mengawal program tersebut dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Kristen Kota Kupang, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam program tahun ini, sebanyak 809 satuan pendidikan di NTT menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun.

Khusus di TK Kristen Kota Kupang, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp860 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas baru, ruang administrasi, fasilitas toilet, serta pengadaan alat peraga edukatif.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Ia berharap program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik sekolah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari para guru dan orang tua murid. Mereka berharap fasilitas yang lebih layak dapat segera dimanfaatkan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan mendorong semangat belajar anak-anak.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang merata sekaligus meningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah 3T.

Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Yayasan Siapkan Rp2 Miliar untuk Laboratorium, Pengembangan Kampus Nommensen Siantar Terus Digenjot
Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030
Manulife Salurkan Bantuan ke SLB-E Negeri Pembina Sumut, Dapat Apresiasi Ulos dan Disuguhi Karya Siswa
O2SN 2026 Padang Hulu Dipercepat, Guru PJOK Dorong Lahirnya Atlet Pelajar Berprestasi
SLB-E Negeri Pembina Sumut Raih Tiga Juara FLS3N 2026 Tingkat Provinsi
Mengungkap Makna Logo SLB-E Negeri Pembina Sumut, Simbol Kuat Pendidikan Inklusif
Presiden Prabowo Dorong Kampus Bantu Pemda Selesaikan Masalah Pembangunan
Dosen UGM Raih Penghargaan Dunia Berkat Perjuangan Pendidikan Inklusif untuk Disabilitas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:12 WIB

Yayasan Siapkan Rp2 Miliar untuk Laboratorium, Pengembangan Kampus Nommensen Siantar Terus Digenjot

Senin, 11 Mei 2026 - 06:46 WIB

Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:34 WIB

Manulife Salurkan Bantuan ke SLB-E Negeri Pembina Sumut, Dapat Apresiasi Ulos dan Disuguhi Karya Siswa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:16 WIB

O2SN 2026 Padang Hulu Dipercepat, Guru PJOK Dorong Lahirnya Atlet Pelajar Berprestasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:44 WIB

SLB-E Negeri Pembina Sumut Raih Tiga Juara FLS3N 2026 Tingkat Provinsi

Berita Terbaru