Yogyakarta, SORDAH.Com – Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Wuri Handayani, meraih penghargaan internasional dalam ajang Universitas 21 Awards atas kontribusinya dalam mendorong pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam forum The Universitas 21 Annual Network Meeting and Leadership Summit yang berlangsung di University of Glasgow, Skotlandia, pada 21 April 2026. Wuri dinilai berhasil mendorong perubahan sistemik melalui pendekatan inclusive global engagement, baik di tingkat kampus maupun jejaring internasional.
Wuri yang juga menjabat Ketua Unit Layanan Disabilitas UGM menegaskan, perjuangannya berangkat dari pengalaman pribadi menghadapi diskriminasi. “Saya merasakan langsung hambatan yang dialami penyandang disabilitas, dan itu menjadi motivasi untuk memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan,” ujarnya.
Inspirasi pengembangan layanan disabilitas ia dapat saat menempuh studi di University of Leeds, Inggris. Sistem disability service unit di kampus tersebut kemudian diadaptasi dan dikembangkan di UGM.
Upaya tersebut berbuah dengan berdirinya Unit Layanan Disabilitas UGM yang resmi pada 2024, setelah melalui proses panjang sejak 2019 dan sempat terhambat pandemi COVID-19.
Sejak hadirnya ULD, akses dan kepercayaan diri mahasiswa penyandang disabilitas meningkat. Berbagai fasilitas dan akomodasi kini tersedia bagi mahasiswa dengan ragam kebutuhan, mulai dari disabilitas fisik hingga mental.
“Mahasiswa kini lebih berani meminta dukungan karena merasa sistemnya benar-benar hadir,” kata Wuri.
Ia berharap ULD UGM ke depan menjadi pusat unggulan pengembangan layanan disabilitas di pendidikan tinggi, sekaligus rujukan kebijakan dan inovasi di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM, Danang Sri Hadmoko, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan global atas komitmen UGM sebagai kampus inklusif.
“Ini menunjukkan bahwa sistem dan standar yang dibangun UGM telah diakui dunia, sekaligus memperkuat reputasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Ajang U21 Awards sendiri diikuti ratusan kandidat dari berbagai negara. Selain Wuri, penghargaan juga diberikan kepada Pamela Ronald untuk kategori perubahan iklim, serta Emma Etim dan Deborah Adeniran dalam kategori pemimpin masa depan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya membangun pendidikan inklusif dari Indonesia mampu mendapat pengakuan global dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








