Kupang, SORDAH.Com – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan fokus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia. Salah satu daerah prioritas adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih memiliki banyak sekolah di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung mengawal program tersebut dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Kristen Kota Kupang, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam program tahun ini, sebanyak 809 satuan pendidikan di NTT menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun.
Khusus di TK Kristen Kota Kupang, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp860 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas baru, ruang administrasi, fasilitas toilet, serta pengadaan alat peraga edukatif.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.
Ia berharap program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik sekolah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari para guru dan orang tua murid. Mereka berharap fasilitas yang lebih layak dapat segera dimanfaatkan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan mendorong semangat belajar anak-anak.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang merata sekaligus meningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah 3T.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








