Doa Tahajud Berbuah Jalan Kuliah, Kisah Hamzani Bermula dari Sebungkus Tape

Sabtu, 26 September 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SORDAH.com – Selama berbulan-bulan, Asyuni Azramsyah memanjatkan doa yang sama di sepertiga malam. Ia hanya ingin satu hal: anaknya, Hamzani Mubaraq, bisa kuliah.

Doa itu sempat terasa jauh. Hamzani telah lulus SMA pada Mei 2026, tetapi ijazahnya belum dapat diambil karena masih ada tunggakan biaya sekolah. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, persoalan itu membuat langkah Hamzani menuju perguruan tinggi nyaris terhenti.

Sampai sebuah pertemuan singkat di pinggir jalan mengubah arah cerita.

Muhammad Rizal, suami Asyuni, sehari-hari berjualan tape di sebuah lapak di kawasan Jalan Sunggal, Deli Serdang. Lapak sederhana itu berada tidak jauh dari sekolah dan perguruan tinggi yang dibangun Sofyan Tan.

Pada akhir pekan, Rizal bertemu dengan Sofyan Tan. Percakapan mereka berlangsung singkat, kurang dari dua menit. Rizal menceritakan bahwa anaknya ingin kuliah, tetapi ijazahnya masih tertahan karena persoalan biaya pendidikan.

Percakapan itu ternyata tidak berhenti di tempat.

Sofyan Tan kemudian meminta staf Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan menelusuri kondisi keluarga Rizal dan Asyuni. Mereka melakukan verifikasi untuk memastikan keadaan ekonomi keluarga tersebut.

Hasil penelusuran membawa mereka ke rumah kontrakan keluarga di Jalan Setiabudi Gang Untung Nomor 4, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Rumah itu sederhana, dengan kondisi bangunan yang menggambarkan keterbatasan ekonomi keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, Hamzani justru harus bekerja untuk mengumpulkan uang agar bisa mengambil ijazahnya.

Sofyan Tan kemudian meminta tunggakan pendidikan Hamzani dilunasi menggunakan uang pribadinya. Ia juga meminta agar Hamzani didaftarkan dalam program KIP Kuliah.

Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai.

Data keluarga Rizal dan Asyuni sebelumnya tercatat berada pada desil 6 sampai 10. Posisi tersebut membuat Hamzani belum masuk kategori yang dapat diusulkan sebagai penerima bantuan pendidikan.

Sofyan Tan lalu meminta dilakukan verifikasi kembali melalui Badan Pusat Statistik. Sejumlah dokumen disiapkan, mulai dari data pribadi, dokumentasi kondisi rumah, rekening listrik berdaya 900 VA hingga dokumen administrasi lainnya.

Verifikasi dilakukan. Kurang dari 12 jam kemudian, status keluarga tersebut berhasil diperbarui dan masuk dalam kelompok desil rendah sehingga dapat diusulkan sebagai penerima bantuan pendidikan.

Bagi Asyuni, kabar itu seperti jawaban yang datang setelah penantian panjang.

“Terus tiap malam saya berdoa, tahajud. Berharap anak saya ini bisa kuliah, bisa diambilnya ijazahnya. Dan baru hari ini berkat Pak Sofyan Tan doa saya dijawab. Terima kasih banyak, Pak,” ujar Asyuni dengan mata berkaca-kaca.

Pada Sabtu (26/9/2026), Asyuni dan Rizal bertemu langsung dengan Sofyan Tan di Kampus Satya Terra Bhinneka. Pertemuan itu berlangsung haru.

Rizal bahkan masih sulit mempercayai bahwa persoalan yang selama ini membebani keluarganya mulai menemukan jalan keluar.

“Saya sampai hari ini masih merasa mimpi,” kata Rizal sambil mencubit pipinya sendiri.

Dengan tunggakan pendidikan yang telah diselesaikan dan peluang memperoleh KIP Kuliah yang terbuka, Hamzani kini memiliki jalan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Bagi Sofyan Tan, bantuan tersebut bukan tentang balasan. Ia justru berharap kesempatan yang diterima Hamzani kelak menjadi titik awal untuk mengubah kehidupan keluarganya.

“Saya ingin tanggal 25 September 2026 kemarin jadi titik awal bagi anak bapak ibu untuk bangkit, tekun belajar sungguh-sungguh hingga suatu saat jadi orang sukses untuk bantu orang lain seperti yang sudah saya lakukan pada keluarga ini,” ungkap anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Dari doa yang dipanjatkan di sepertiga malam, sebuah jalan menuju bangku kuliah akhirnya terbuka. Semuanya bermula dari pertemuan singkat seorang pedagang tape dengan Sofyan Tan di pinggir Jalan Sunggal.

Penulis : Dedy Hutajulu
Editor : Jon Roi Purba

Berita Terkait

GAMPERA Desak Badan Kehormatan DPRD Periksa Dokumen Pendidikan Anggota
P-APBD 2026 Tak Dibahas, GAMPERA Soroti Pengawasan DPRD
Hasto dan Djarot Groundbreaking Kantor DPC PDIP Samosir, Ingatkan Option For and With The Poor
Personel RI Gugur di Lebanon Bertambah, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
Wali Kota Wesly Bongkar Target Besar Siantar Saat Ziarah ke Jorat Raja, Terminal Tanjung Pinggir dan Stadion Sang Naualuh Jadi Sorotan
Pemekaran Sumut Dibuka Lagi? Bobby Nasution Bongkar Dua Skenario Mengejutkan Ini!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:45 WIB

Doa Tahajud Berbuah Jalan Kuliah, Kisah Hamzani Bermula dari Sebungkus Tape

Rabu, 23 September 2026 - 15:53 WIB

GAMPERA Desak Badan Kehormatan DPRD Periksa Dokumen Pendidikan Anggota

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:20 WIB

P-APBD 2026 Tak Dibahas, GAMPERA Soroti Pengawasan DPRD

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Hasto dan Djarot Groundbreaking Kantor DPC PDIP Samosir, Ingatkan Option For and With The Poor

Sabtu, 25 April 2026 - 12:13 WIB

Personel RI Gugur di Lebanon Bertambah, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Berita Terbaru

Ekonomi

Kriyanusa 2026, Produk Siantar Dilirik Nasional

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:30 WIB