Medan, SORDAH.com – Upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian di Sumatera Utara mulai menunjukkan arah baru setelah investor asal Tiongkok bersama Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia membahas rencana pengadaan mesin pengering gabah berteknologi tinggi atau mobile grain dryer.
Pertemuan yang digelar di Medan pada Selasa, 28 April 2026 itu menjadi titik awal kerja sama pengolahan pascapanen yang ditargetkan mampu memangkas kerugian petani akibat cuaca dan keterlambatan proses pengeringan gabah.
Dalam pemaparan teknis, pihak produsen menjelaskan bahwa mesin tersebut mampu mengeringkan hingga 10 ton gabah hanya dalam waktu sekitar 15 jam. Teknologi ini dinilai lebih efisien dibanding metode konvensional yang selama ini bergantung pada panas matahari.
Investor Tiongkok menyatakan kesepakatan awal untuk mendatangkan unit mesin ke Indonesia sebagai tahap uji coba. Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi implementasi karena dinilai memiliki potensi pertanian yang besar dan kebutuhan pascapanen yang tinggi.
Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, disebut akan menjadi pusat operasional awal di Desa Paret Kaca, yang disiapkan sebagai area pengolahan sekaligus workshop pengembangan.
Pihak koperasi menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi petani dalam rantai produksi. Pengolahan gabah yang lebih cepat diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus menekan kerugian saat musim hujan.
Rencana kerja sama ini juga akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi dan pihak investor sebagai dasar pengembangan program ke depan, termasuk sinergi dengan kelompok tani di daerah.
Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi pertanian modern di Sumatera Utara, khususnya dalam penguatan sektor pascapanen berbasis koperasi dan kemitraan internasional.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








