Dari Gulma Jadi Cuan, Humbahas Ubah Eceng Gondok Jadi Produk Ekonomi Kreatif Bernilai Jual

Rabu, 29 April 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbahas, SORDAH.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mendorong transformasi limbah perairan menjadi peluang ekonomi baru melalui pelatihan kerajinan anyaman berbahan eceng gondok yang digelar di Gedung Sekretariat PKK Doloksanggul, Selasa (28/4/2026).

Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Humbahas dalam mengubah tanaman gulma yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem perairan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual tinggi.

Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Humbang Hasundutan bekerja sama dengan Race Manajemen PT Oppu Sumihar Teknologi (OST), dengan peserta berasal dari PKK Kecamatan Doloksanggul, PKK desa, serta kelompok sadar wisata di sejumlah destinasi wisata lokal.

Kabid Ekonomi Kreatif Disparpora Humbahas, Libertyna Pinem, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai tambah dan berkelanjutan. “Ini bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Camat Doloksanggul, Andry Dolok Purba, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk melihat eceng gondok bukan lagi sebagai masalah, tetapi sebagai sumber ekonomi. Ia juga mengingatkan peserta agar serius mengikuti pelatihan karena keterbatasan anggaran membuat program serupa belum tentu dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Humbahas yang diwakili Ketua Bidang III, Ny. Sartika Pahala Lumban Gaol, menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan melalui ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.

Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendukung promosi event daerah seperti Lake Toba Triathlon Humbahas Series 2026.

Narasumber pelatihan, Cocos Trisada Dasawulan, menjelaskan bahwa eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci dan kalung dengan kombinasi bahan lain seperti bambu, batok kelapa, hingga limbah benang.

Program ini juga menerapkan konsep pendampingan berkelanjutan selama satu tahun melalui pola pelatihan, pendampingan, dan pembinaan, serta menekankan prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi.

Hasil karya peserta rencananya akan dipamerkan pada Juli 2026 dalam rangkaian event wisata daerah, sebagai bukti bahwa gulma perairan dapat disulap menjadi sumber ekonomi baru masyarakat Humbahas.

Penulis: Lindung Silaban

Editor: Dedy Hu

Berita Terkait

Leadership Camp GAMPERA di Toba, BI Pematangsiantar Kupas Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Global
Presiden Tegaskan APBN Jadi Instrumen Perlindungan Rakyat dan Penguat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Dari Hobi Jadi Peluang Bisnis, Bobby Nasution Apresiasi Kontes Burung Berkicau
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih
GAMPERA dan Bank Indonesia Pematangsiantar Klarifikasi Kegiatan Media di Balikpapan, Bahas Pengendalian Inflasi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Jaga Stabilitas
KUR Bunga 0 Persen Hadir di Dairi, Pelaku UMKM Didorong Naik Kelas
Gubsu Dorong Peran LPS di Medan untuk Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Bank
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:09 WIB

Leadership Camp GAMPERA di Toba, BI Pematangsiantar Kupas Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Global

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:11 WIB

Presiden Tegaskan APBN Jadi Instrumen Perlindungan Rakyat dan Penguat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:13 WIB

Dari Hobi Jadi Peluang Bisnis, Bobby Nasution Apresiasi Kontes Burung Berkicau

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:18 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:02 WIB

GAMPERA dan Bank Indonesia Pematangsiantar Klarifikasi Kegiatan Media di Balikpapan, Bahas Pengendalian Inflasi

Berita Terbaru