BRIN Rilis E-Book 101 Ide Industri Kreatif, Dorong Riset Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SORDAH.Com – Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) meluncurkan e-book 101 Ide Industri Kreatif sebagai langkah baru untuk menghubungkan hasil riset dengan peluang ekonomi kreatif di Indonesia.

E-book ini berisi berbagai ide berbasis penelitian, mulai dari warisan budaya Nusantara, wastra, gastronomi, kesehatan, digital kreasi, hingga pariwisata. Tujuannya adalah menjadikan hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi bisa langsung dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Harry Jogaswara, menyebut bahwa budaya Indonesia adalah sumber besar inspirasi untuk industri kreatif masa depan. Menurutnya, kekayaan pengetahuan, sejarah, dan budaya bisa diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

“Riset yang selama ini dilakukan BRIN bisa menjadi jembatan antara pengetahuan dan peluang ekonomi kreatif,” ujarnya dalam kegiatan BRIN Goes to Industry 4 di Jakarta.

E-book 101 Ide Industri Kreatif ini dirancang untuk membuka peluang baru di berbagai sektor, seperti storytelling, desain, kuliner, suvenir budaya, wisata edukasi, hingga konten digital. BRIN juga mengajak UMKM, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku industri kreatif untuk memanfaatkan hasil riset sebagai sumber ide bisnis dan inovasi.

Selain e-book, BRIN juga memperkenalkan CILCO (The Corpus of Indonesian Language, Literature, and Community), yaitu korpus digital bahasa Indonesia yang berisi jutaan data bahasa untuk memetakan keragaman bahasa dan budaya di Indonesia.

Menurut Harry, data bahasa ini sangat penting di era digital. Ia menegaskan bahwa pihak yang mampu mengelola data akan memiliki keunggulan besar dalam inovasi dan pengaruh.

“Data menjadi sumber daya yang sangat berharga di era digital,” katanya.

CILCO diharapkan menjadi alat penting bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat untuk memahami perkembangan bahasa Indonesia serta kekayaan budaya daerah.

Peluncuran dua inovasi ini menunjukkan komitmen BRIN untuk memperkuat ekosistem riset nasional agar lebih dekat dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya ekonomi kreatif berbasis ilmu pengetahuan.

Penulis: Lindung Silaban

Berita Terkait

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius
Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang
Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang
Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan
Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan
59 Siswa di Galang Terima Tali Asih PDI Perjuangan, Keamanan MBG Diminta Diperkuat
Perbankan Indonesia Hadapi Tujuh Tantangan Menuju 2027, dari AI hingga Serangan Siber
Sutrisno Pangaribuan Klaim MK Bisa Buka Jalan Indonesia Punya Wapres Baru Jika Syarat Pendidikan Gibran Bermasalah
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan

Berita Terbaru