Sofyan Tan Dorong Pertanian Organik, Pangan Sehat untuk Jaga Bumi dan Manusia

Senin, 21 September 2026 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, SORDAH.Com — Pertanian organik didorong menjadi salah satu jalan untuk menjaga kesehatan manusia sekaligus kelestarian lingkungan. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, menilai pengembangan pangan organik perlu diperkuat melalui riset dan praktik nyata di lapangan.

Hal itu disampaikan Sofyan dalam Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Organik yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Senin (21/9/2026).

Menurut Sofyan, isu pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan makanan. Cara pangan diproduksi juga berkaitan dengan kondisi tanah, lingkungan, serta kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

“Untuk menciptakan masyarakat yang sehat harus dimulai dari konsumsi makanan yang sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya,” kata Sofyan.

Ia mengatakan ketahanan pangan juga memiliki kaitan erat dengan kondisi sosial masyarakat. Ketika kebutuhan dasar berupa pangan tidak terpenuhi, berbagai persoalan sosial dapat muncul.

“Seseorang yang tidak mendapat kecukupan pangan dapat mengalami kesulitan, bahkan ketidakstabilan sosial bisa dipicu oleh rasa lapar,” ujarnya.

Karena itu, Sofyan mendorong pengembangan pertanian organik tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Menurut dia, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemerintah perlu mendorong penelitian serta penerapan teknologi agar produktivitas dan kualitas pangan organik meningkat.

“Kita tidak boleh menjadi lembaga atau bangsa yang hanya memiliki nama besar tanpa praktik nyata. Kita harus fokus pada pengembangan pangan organik agar produktivitas dan kualitasnya meningkat,” katanya.

Sofyan juga membagikan pengalaman pendampingan petani kopi organik yang, menurut dia, mampu membawa produk hingga menembus pasar internasional. Ia menyoroti praktik budidaya yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan memperhatikan kondisi unsur hara tanah.

Bagi Sofyan, pengembangan pangan organik juga memiliki peluang ekonomi apabila dibarengi peningkatan kualitas produksi dan akses pasar.

Gagasan lain yang disampaikan Sofyan adalah menggabungkan pusat riset pertanian organik dengan pendidikan inklusif. Ia membuka kemungkinan kegiatan pertanian diarahkan menjadi bagian dari pemberdayaan anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autisme.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat dirancang sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran dan pemberdayaan.

Konsep itu diharapkan dapat mempertemukan kepentingan lingkungan, ekonomi, pendidikan, dan sosial dalam satu ekosistem kegiatan.

Bimbingan teknis tersebut menghadirkan Peneliti Ahli Madya BRIN Indarti Puji Lestari, S.P., M.Si., sebagai narasumber. Kegiatan juga dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting, dan Pandapotan Tamba.

Kolaborasi BRIN, DPR RI, dan perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat tani mengenai budidaya tanaman pangan berbasis organik dan mendukung penguatan kemandirian pangan di Sumatera Utara.

Penulis: Handrico S.
Editor: Dedy Hutajulu

Berita Terkait

Tiga Kecamatan Sudah Bergerak, GAMKI Terus Hijaukan Pematangsiantar
UGM Kembangkan Padi Gamagora 7, Varietas Adaptif untuk Hadapi Perubahan Iklim dan Krisis Pangan
Populasi Ikan Sapu-Sapu Meningkat, Pakar: Bahaya Bagi Sungai Indonesia
Menjadi Ciptaan Baru Melalui Semangat Pro Deo et Patria yang Berdampak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:29 WIB

Sofyan Tan Dorong Pertanian Organik, Pangan Sehat untuk Jaga Bumi dan Manusia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Tiga Kecamatan Sudah Bergerak, GAMKI Terus Hijaukan Pematangsiantar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:28 WIB

UGM Kembangkan Padi Gamagora 7, Varietas Adaptif untuk Hadapi Perubahan Iklim dan Krisis Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:21 WIB

Populasi Ikan Sapu-Sapu Meningkat, Pakar: Bahaya Bagi Sungai Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 17:28 WIB

Menjadi Ciptaan Baru Melalui Semangat Pro Deo et Patria yang Berdampak

Berita Terbaru

Ekonomi

Kriyanusa 2026, Produk Siantar Dilirik Nasional

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:30 WIB