Dari Sampah Jadi Listrik, Teknologi BRIN Ini Disebut Bisa Atasi Krisis Sampah dan Energi Sekaligus

Jumat, 17 April 2026 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SORDAH.com – Sampah yang selama ini dianggap masalah ternyata bisa berubah menjadi sumber energi bernilai tinggi. Melalui teknologi modern, tumpukan limbah dapat diolah menjadi listrik ramah lingkungan yang sekaligus membantu mengurangi pencemaran. Konsep ini kini didorong sebagai jawaban atas dua tantangan besar Indonesia, yakni darurat sampah dan kebutuhan energi masa depan.

Gagasan tersebut dipaparkan Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Wiharja, dalam Media Lounge Discussion di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Menurut Wiharja, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di banyak wilayah Indonesia. Masalah ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga meluas hingga daerah dan desa. Dampaknya beragam, mulai dari pencemaran lingkungan, ancaman banjir, gangguan kesehatan, hingga beban kebutuhan energi.

Karena itu, solusi yang dibutuhkan bukan hanya membuang sampah, tetapi mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa.

Wiharja menegaskan bahwa listrik yang dihasilkan sebenarnya merupakan nilai tambah. Tujuan utama PLTSa adalah mengurangi volume sampah secara signifikan melalui proses yang lebih ramah lingkungan.

Proses pengolahan dimulai dari pemilahan sampah. Material yang masih bisa didaur ulang dipisahkan, begitu juga limbah berbahaya dan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan. Tahap ini disebut sangat penting agar sistem berjalan optimal.

Setelah itu, sampah masuk ke bunker penampungan sebelum dibakar menggunakan teknologi mekanis. Pembakaran dilakukan pada suhu tinggi minimal 850 derajat Celsius agar proses berlangsung sempurna dan meminimalkan potensi pencemaran.

Panas dari pembakaran kemudian digunakan untuk memanaskan air hingga menjadi uap bertekanan tinggi. Uap tersebut memutar turbin yang terhubung ke generator, lalu menghasilkan listrik. Singkatnya, sampah diubah menjadi panas, panas menjadi uap, uap memutar turbin, lalu tercipta energi listrik.

Meski memakai sistem pembakaran, fasilitas PLTSa dirancang dengan standar lingkungan ketat. Teknologi pengendalian emisi dipasang untuk menyaring gas buang, menurunkan suhu asap, dan menekan polusi udara agar tetap aman.

Tidak hanya itu, sisa pembakaran berupa abu juga masih bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan campuran produk konstruksi seperti conblock dan genting. Sistem pengolahan air limbah pun disiapkan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Pengembangan PLTSa di Indonesia mulai dipercepat sejak 2017. Salah satu contohnya berada di TPA Bantargebang yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas tersebut saat ini masih berskala kecil dengan kapasitas sekitar 100 ton sampah per hari dan listriknya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

Teknologi ini dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.

Penulis : Lindung Silaban

Editor : Dedy Hu

Berita Terkait

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Skandal Pengadaan Laptop Pendidikan Mengguncang Sidang Tipikor
Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik di Asia, Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Baru
Prabowo Perkuat Reformasi Polri, Kompolnas Disiapkan Jadi Pengawas Independen
Identitas Baru Kereta Favorit, KA Argo Bromo Anggrek Kini Jadi KA Anggrek
Prabowo Bahas Aliran Dana Negara di Hambalang Ini Fokus Pengawasan Ketat Bersama PPATK
Di Hadapan 400 Ribu Buruh, Prabowo Umumkan Kebijakan Besar yang Mengubah Nasib Pekerja
Menteri Sosial Datangi Rumah Duka Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek, Pemerintah Janjikan Pendampingan
Taklimat di Bogor Prabowo Tekankan Peran Krusial Komandan TNI sebagai Garda Terdepan Rakyat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:07 WIB

Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik di Asia, Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Baru

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:48 WIB

Prabowo Perkuat Reformasi Polri, Kompolnas Disiapkan Jadi Pengawas Independen

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

Identitas Baru Kereta Favorit, KA Argo Bromo Anggrek Kini Jadi KA Anggrek

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:51 WIB

Prabowo Bahas Aliran Dana Negara di Hambalang Ini Fokus Pengawasan Ketat Bersama PPATK

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:53 WIB

Di Hadapan 400 Ribu Buruh, Prabowo Umumkan Kebijakan Besar yang Mengubah Nasib Pekerja

Berita Terbaru