Cebu, SORDAH.Com — Kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang telah menunggu di hotel tempat Presiden menginap selama menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN.
Suasana penyambutan berlangsung penuh antusiasme. Di pintu masuk hotel, dua anak Indonesia mengenakan pakaian tradisional menyerahkan bunga kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan dan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia di Cebu.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang lebih dahulu tiba di Filipina turut menyambut kedatangan Presiden. Selain itu, diaspora Indonesia yang tinggal di Cebu juga tampak antusias untuk bertemu langsung dengan kepala negara.
Beberapa warga Indonesia bahkan mendapat kesempatan bersalaman dan berbincang singkat dengan Presiden Prabowo. Salah satunya Ronald Tasik, diaspora Indonesia yang bekerja sebagai dokter di Cebu.
“Senang bisa bertemu Bapak, sangat ramah, dia tanya-tanya, dari mana, nama,” ujar Ronald usai bertemu Presiden.
Ronald juga mengaku bangga melihat Presiden Prabowo menggunakan kendaraan Maung produksi dalam negeri dalam kunjungan internasional tersebut. Menurutnya, langkah itu menjadi simbol kebanggaan terhadap karya anak bangsa.
“Hal yang spesial bisa melihat pemimpin yang bangga membawa produk lokal, karya anak bangsa, inovasi dan teknologi Indonesia ke kancah internasional,” katanya.
Hal senada disampaikan Lili Yahya, warga negara Indonesia yang telah lama menetap di Cebu. Ia mengaku terharu dapat menyambut langsung Presiden Indonesia di Filipina.
“Yang pasti bangga, terharu, dan kami bersuka cita atas kedatangan Bapak Presiden. Ini pertama kali Presiden Indonesia datang ke Cebu,” ujar Lili.
Menurut Lili, Presiden Prabowo menunjukkan sikap hangat dan terbuka kepada diaspora Indonesia. Ia berharap pertemuan ASEAN kali ini dapat mempererat hubungan Indonesia dan Filipina sekaligus memberi perhatian lebih bagi warga Indonesia yang tinggal di Cebu.
Lili juga mengaku terkejut sekaligus bangga melihat kendaraan Maung turut digunakan dalam kunjungan Presiden ke Filipina.
“Sungguh sangat membanggakan. Mungkin Bapak Presiden ingin memperkenalkan mobil tersebut kepada Filipina. Jauh-jauh dari Indonesia dibawa ke sini,” ucapnya.
Sementara itu, Romo Agus Sudaryanto yang telah bertugas sebagai pastor di Cebu selama 15 tahun menyebut momen tersebut menjadi pengalaman berkesan baginya. Selama ini ia hanya melihat kunjungan Presiden melalui tayangan televisi dan media sosial.
“Kehadiran Bapak Presiden di tengah masyarakat Indonesia di Cebu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” tutur Romo Agus.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Filipina dalam rangka menghadiri KTT ke-48 ASEAN juga menjadi perhatian karena penggunaan kendaraan Maung buatan Indonesia yang mendampingi seluruh agenda Presiden selama berada di Cebu.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba








