Hari Dokter Hewan Sedunia Jadi Alarm Global, Ini Peran Strategis Dokter Hewan yang Sering Diremehkan

Senin, 27 April 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, SORDAH.com – Peringatan Hari Dokter Hewan Sedunia yang jatuh pada 25 April lalu kembali menjadi sorotan penting di tengah meningkatnya ancaman penyakit zoonosis, tantangan ketahanan pangan, hingga krisis lingkungan global. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dokter hewan bukan sekadar penjaga kesehatan hewan, tetapi juga garda depan dalam menjaga kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem.

Di tengah kompleksitas persoalan tersebut, konsep One Health atau satu kesehatan kembali ditegaskan sebagai pendekatan utama yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P., menegaskan bahwa peran dokter hewan saat ini semakin strategis dan tidak bisa lagi dipandang sempit hanya pada urusan klinis hewan semata.

Menurutnya, dokter hewan memiliki peran besar mulai dari pencegahan penyakit, pengawasan keamanan pangan asal hewan, hingga perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. Ketiganya menjadi satu rantai yang saling berkaitan erat dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Ia juga menyoroti bahwa ancaman zoonosis masih menjadi tantangan serius yang berpotensi memicu krisis kesehatan global. Penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia ini masih sulit dikendalikan, baik karena keterbatasan vaksinasi di daerah tertentu maupun faktor sosial budaya masyarakat.

Tidak sedikit tantangan di lapangan yang justru muncul dari kesadaran masyarakat itu sendiri, seperti keraguan terhadap vaksinasi hingga kebiasaan mengonsumsi atau mendistribusikan daging hewan yang sudah terinfeksi penyakit. Hal ini membuat penanganan zoonosis tidak cukup hanya dengan pendekatan medis, tetapi juga edukasi sosial yang berkelanjutan.

Dari sisi ketahanan pangan, dokter hewan juga memiliki peran vital dalam memastikan produk hewani aman dikonsumsi. Pengawasan dilakukan sejak tahap produksi, budidaya, hingga pasca panen untuk memastikan tidak adanya residu berbahaya maupun cemaran mikroba yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Lebih jauh, limbah dari industri pangan hewani juga menjadi perhatian serius karena berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Dalam konteks konservasi, peran dokter hewan kini juga meluas ke perlindungan satwa liar. Tidak hanya dalam aspek penyelamatan dan rehabilitasi, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik konsumsi satwa liar yang berisiko memicu munculnya penyakit baru.

Meski regulasi sudah tersedia, Widagdo menilai tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi pelaksanaan di lapangan serta minimnya kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin, termasuk sosial dan budaya, dalam mengubah perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, ia berharap peran dokter hewan semakin diperkuat melalui dukungan kebijakan pemerintah yang nyata atau political will, termasuk program vaksinasi, edukasi publik, penerapan praktik peternakan yang baik, hingga kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit baru.

Tanpa dukungan anggaran dan kebijakan yang kuat, menurutnya, seluruh upaya tersebut akan sulit berjalan optimal di lapangan.


Penulis: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Skandal Pengadaan Laptop Pendidikan Mengguncang Sidang Tipikor
Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030
Manulife Salurkan Bantuan ke SLB-E Negeri Pembina Sumut, Dapat Apresiasi Ulos dan Disuguhi Karya Siswa
O2SN 2026 Padang Hulu Dipercepat, Guru PJOK Dorong Lahirnya Atlet Pelajar Berprestasi
Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik di Asia, Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Baru
SLB-E Negeri Pembina Sumut Raih Tiga Juara FLS3N 2026 Tingkat Provinsi
Prabowo Perkuat Reformasi Polri, Kompolnas Disiapkan Jadi Pengawas Independen
Identitas Baru Kereta Favorit, KA Argo Bromo Anggrek Kini Jadi KA Anggrek
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:59 WIB

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Skandal Pengadaan Laptop Pendidikan Mengguncang Sidang Tipikor

Senin, 11 Mei 2026 - 06:46 WIB

Pdt Haposan Silalahi Resmi Dilantik sebagai Rektor IAKN Tarutung Periode 2026–2030

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:34 WIB

Manulife Salurkan Bantuan ke SLB-E Negeri Pembina Sumut, Dapat Apresiasi Ulos dan Disuguhi Karya Siswa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:16 WIB

O2SN 2026 Padang Hulu Dipercepat, Guru PJOK Dorong Lahirnya Atlet Pelajar Berprestasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:07 WIB

Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik di Asia, Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Baru

Berita Terbaru