BRIN Bikin Heboh! Petasol Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Ramah Lingkungan, Bisa Dipakai Perahu Nelayan dan Alat Pertanian

Minggu, 26 April 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SORDAH.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuat gebrakan lewat inovasi energi alternatif bernama Petasol, bahan bakar hasil olahan limbah plastik yang digadang-gadang menjadi solusi krisis energi sekaligus mengatasi persoalan sampah di Indonesia.

Petasol merupakan sejenis BBM yang diproduksi dari mesin pengolah limbah plastik dengan metode pirolisis menggunakan teknologi Pieolisis Fastpol Gen 5. Mesin inovasi BRIN ini mampu mengolah berbagai jenis limbah plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS, bahkan dalam kondisi basah maupun kotor setiap hari.

“Terobosan ini menjadi solusi untuk menjawab tantangan krisis energi, sekaligus permasalahan sampah plastik,” ujar Kepala BRIN Arif Satria saat melakukan uji coba Petasol di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (24/4).

Dalam uji coba tersebut, Petasol langsung digunakan untuk menghidupkan mesin perahu nelayan. Mesin yang menyala membuktikan bahan bakar dari limbah plastik ini berpotensi diterapkan secara nyata di sektor perikanan.

“Petasol ini adalah bahan bakar yang diproduksi dari limbah plastik yang memang sudah tidak bisa didaur ulang. Ini adalah terobosan dari BRIN, dari teman-teman di Organisasi Riset bidang Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN,” kata Arif.

Menurut Arif, inovasi ini merupakan respons BRIN menghadapi ancaman krisis energi global. Limbah plastik yang sebelumnya tidak bernilai kini diubah menjadi bahan bakar yang bermanfaat untuk perahu nelayan hingga alat-alat pertanian.

Ia menyebut keunggulan Petasol bukan hanya mengubah sampah menjadi energi, tetapi juga menghasilkan emisi yang telah memenuhi standar Lemigas.

“Ini adalah karya yang menjawab persoalan lingkungan, menjawab persoalan energi, dan yang paling penting menyelesaikan masalah sampah,” tegasnya.

Arif menambahkan, Petasol kini sudah diterapkan di sekitar 84 kabupaten/kota di Indonesia dan ditargetkan akan diperluas ke berbagai wilayah pesisir dan kawasan pertanian lainnya.

Peneliti Ahli Utama OREM BRIN Tri Martini Patria mengungkapkan, teknologi pirolisis Petasol mampu mengurangi emisi CO2e hingga 79 persen dibanding pembakaran sampah secara terbuka.

“Dari sisi ekonomi, terdapat potensi keuntungan hingga sekitar Rp4.700 per liter bahan bakar yang dihasilkan,” ujar Tri.

Selain itu, kualitas bahan bakar Petasol telah lolos uji laboratorium BRIN dan Lemigas dengan standar Diesel 48 dan 51, sehingga aman digunakan untuk kendaraan maupun mesin.

Teknologi ini juga dapat diterapkan dalam skala komunitas. Dengan mesin pirolisis berkapasitas 50 kilogram, pengolahan limbah plastik ini mampu menangani sampah dari sekitar 1.000 kepala keluarga.

Dengan manfaat lingkungan, ekonomi, dan energi yang besar, Petasol digadang-gadang menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus sumber energi alternatif masa depan Indonesia.

Penulis: Lindung Silaban

Editor : Dedy Hu

Berita Terkait

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius
Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang
Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang
Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan
Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan
59 Siswa di Galang Terima Tali Asih PDI Perjuangan, Keamanan MBG Diminta Diperkuat
Perbankan Indonesia Hadapi Tujuh Tantangan Menuju 2027, dari AI hingga Serangan Siber
Sutrisno Pangaribuan Klaim MK Bisa Buka Jalan Indonesia Punya Wapres Baru Jika Syarat Pendidikan Gibran Bermasalah
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Asap Karhutla Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Tangani Dampak Secara Serius

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mikhael Febrian Hutahaean Raih Emas Pertama SOIna Sumut di Pesonas II Kupang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Batak Saroha NTT Sambut Kontingen SOIna Sumut di Kupang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Technical Meeting Pesonas II di Kupang, Tujuh Cabor Matangkan Kesiapan Pertandingan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Rapidin Simbolon Berusia 59 Tahun, Pengabdian kepada Rakyat Jadi Sorotan

Berita Terbaru