UNIMED Perkuat Peran LPTK, Kompetensi Guru Jadi Kunci Transformasi Pendidikan 2045

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SORDAH.com — Transformasi pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar pembaruan kurikulum dan pemanfaatan teknologi. Penguatan kompetensi guru, penguasaan ilmu pengetahuan, serta pengembangan riset dan inovasi menjadi bagian penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII 2026 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 2–4 Oktober 2026. Universitas Negeri Medan (UNIMED) turut berpartisipasi dalam forum yang mempertemukan 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari berbagai daerah di Indonesia itu.

Konvensi tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi, akademisi, pakar pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan pendidikan nasional. Salah satu isu yang mengemuka adalah posisi LPTK dalam menyiapkan guru profesional sekaligus mengembangkan inovasi pembelajaran untuk menjawab tantangan perubahan zaman.

Rektor UNIMED Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., mengatakan, kolaborasi antar-LPTK diperlukan untuk menyatukan gagasan dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujar Baharuddin.

Menurut dia, guru masa depan tidak cukup hanya menguasai kompetensi pedagogik. Guru juga perlu memiliki penguasaan keilmuan yang kuat, kemampuan digital, kreativitas, serta karakter yang mendukung proses pembelajaran.

Tuntutan tersebut menempatkan LPTK pada peran yang lebih luas. Selain menyiapkan calon pendidik, perguruan tinggi kependidikan perlu mengembangkan riset, inovasi pembelajaran, dan program peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan.

Penguasaan Sains dan Inovasi Pembelajaran

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya penguatan ilmu-ilmu fundamental atau hard science, seperti matematika, fisika, dan kimia.

Penguasaan bidang tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi untuk membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif. Kemampuan itu semakin dibutuhkan ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai sektor.

Bagi LPTK, penguatan sains perlu diterjemahkan ke dalam penyiapan guru yang mampu menguasai materi pelajaran sekaligus menyampaikan pengetahuan secara efektif. Pengembangan kompetensi akademik karena itu perlu berjalan beriringan dengan penguatan pedagogik dan karakter.

Baharuddin menilai guru harus terus mengembangkan diri agar mampu mengikuti perubahan dan mendorong inovasi di lingkungan pendidikan.

“Guru masa depan harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus menjadi penggerak inovasi dalam proses pendidikan,” katanya.

Di sisi lain, perguruan tinggi juga diharapkan memperluas orientasi pengembangannya. Pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran dan kelulusan mahasiswa, tetapi juga pada hasil riset serta inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, dunia usaha dan industri, pemerintah, serta daerah.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Terhubung

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya keterhubungan ekosistem pendidikan dari jenjang dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi.

Peningkatan mutu pendidikan perlu didukung penguatan kompetensi guru, pembangunan karakter peserta didik, layanan bimbingan dan konseling yang humanis, serta penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Keterhubungan tersebut penting agar proses pembelajaran di setiap jenjang dapat saling mendukung. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan peserta didik memahami konsep, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks itu, pengembangan profesionalisme guru tidak dapat dilepaskan dari dukungan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Baharuddin menegaskan, sinergi antara pemerintah, LPTK, sekolah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat diperlukan agar pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Kita ingin LPTK tidak hanya mencetak guru, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan guru profesional dan inovatif,” ujarnya.

Kolaborasi LPTK Menuju Indonesia Emas

KONASPI XII 2026 diharapkan memperkuat kolaborasi antar-LPTK dalam menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan inovasi pendidikan berbasis kajian akademik. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas guru, pengembangan pembelajaran inovatif, dan pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi.

Bagi UNIMED, partisipasi dalam forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen untuk berkontribusi terhadap transformasi pendidikan Indonesia melalui penguatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi guru, riset, dan inovasi.

Namun, upaya menuju Indonesia Emas 2045 menuntut kesinambungan antara gagasan dan pelaksanaan. Penguatan kompetensi guru perlu didukung program pengembangan profesional yang berkelanjutan, sedangkan riset dan inovasi membutuhkan ruang kolaborasi agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Peran LPTK menjadi penting dalam menghubungkan kebutuhan sekolah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian perguruan tinggi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pengembangan guru profesional diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

Penulis: Dedy Hutajulu

Berita Terkait

Dari Kemiskinan ke Pendidikan Inklusif, Perjuangan Sofyan Tan Mengubah Nasib Ribuan Anak
Pengurus Pramuka SLB E Negeri Pembina Sumut Dilantik, Penguatan Karakter Jadi Fokus
Polimedia Medan Dorong Kreativitas Mahasiswa Periklanan Lewat Kuliah Event Marketing
Pemko-Kejari Perkuat Pengawasan Dana Pendidikan
Guru Humbahas Unjuk Gasing di Depan Mendiktisaintek, TSTH2 Dorong Riset dan Inovasi
Video Viral Bullying Siswi SMP, Disdik Pematangsiantar Pastikan Tak Ada Pengeroyokan
SOIna Sumut Bidik Emas di Pesonas II, Berharap Atlet dan Pelatih Tembus SOWSG 2027
837 Pelajar Ramaikan Senam Nusantara Piala Ketua DPRD Pematangsiantar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dari Kemiskinan ke Pendidikan Inklusif, Perjuangan Sofyan Tan Mengubah Nasib Ribuan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:51 WIB

UNIMED Perkuat Peran LPTK, Kompetensi Guru Jadi Kunci Transformasi Pendidikan 2045

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Pengurus Pramuka SLB E Negeri Pembina Sumut Dilantik, Penguatan Karakter Jadi Fokus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Polimedia Medan Dorong Kreativitas Mahasiswa Periklanan Lewat Kuliah Event Marketing

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemko-Kejari Perkuat Pengawasan Dana Pendidikan

Berita Terbaru