150 Alumni Pejuang Digital 2026 Siap Mengabdi di Daerah 3T, Dorong Pembelajaran Berbasis Teknologi

Kamis, 9 April 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sordah.com – Sebanyak 150 alumni Program Pengabdian Pejuang Digital 2026 siap diterjunkan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Para peserta dinyatakan siap bertugas setelah mengikuti pembekalan intensif selama tujuh hari. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan fokus pada peningkatan kemampuan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar serta kesiapan menghadapi tantangan di lapangan.

Staf Ahli Menteri, Didik Suhardi, menekankan pentingnya peran para alumni sebagai penggerak perubahan di daerah penugasan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran teknologi harus dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang lebih baik.

Menurut dia, para peserta tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memotivasi dan membuka ruang perubahan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan perangkat teknologi yang tersedia.

Pandangan serupa disampaikan Dirgayuza Setiawan yang menilai kekuatan utama para alumni tidak hanya terletak pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengalaman hidup yang dapat menjadi inspirasi bagi siswa di daerah.

Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menegaskan bahwa meski jumlah peserta terbatas, dampak yang dihasilkan diharapkan signifikan. Ia menyoroti pentingnya ketangguhan serta kemampuan adaptasi dalam menghadapi kondisi lapangan yang beragam.

Program ini juga mendorong penggunaan teknologi pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel di sekolah. Perangkat tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan kontekstual.

Salah satu peserta, Dewi Wulansari, yang akan bertugas di Kupang, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pembelajaran digital. Ia optimistis teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.

Hal serupa disampaikan Muhammad Kadri yang akan mengabdi di Merauke. Ia menilai kehadiran teknologi di wilayah terpencil menjadi langkah penting dalam menghadirkan kesetaraan akses pendidikan.

Melalui program ini, pemerintah berharap para alumni mampu menjadi agen perubahan di daerah. Tidak hanya dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga dalam menumbuhkan semangat belajar, keberanian bermimpi, serta daya saing generasi muda di seluruh pelosok Indonesia.

Penulis : Lindung Silaban

Editor : Dedy Hu



Berita Terkait

Dari Kemiskinan ke Pendidikan Inklusif, Perjuangan Sofyan Tan Mengubah Nasib Ribuan Anak
UNIMED Perkuat Peran LPTK, Kompetensi Guru Jadi Kunci Transformasi Pendidikan 2045
Pengurus Pramuka SLB E Negeri Pembina Sumut Dilantik, Penguatan Karakter Jadi Fokus
Polimedia Medan Dorong Kreativitas Mahasiswa Periklanan Lewat Kuliah Event Marketing
Pemko-Kejari Perkuat Pengawasan Dana Pendidikan
Guru Humbahas Unjuk Gasing di Depan Mendiktisaintek, TSTH2 Dorong Riset dan Inovasi
Video Viral Bullying Siswi SMP, Disdik Pematangsiantar Pastikan Tak Ada Pengeroyokan
SOIna Sumut Bidik Emas di Pesonas II, Berharap Atlet dan Pelatih Tembus SOWSG 2027
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dari Kemiskinan ke Pendidikan Inklusif, Perjuangan Sofyan Tan Mengubah Nasib Ribuan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:51 WIB

UNIMED Perkuat Peran LPTK, Kompetensi Guru Jadi Kunci Transformasi Pendidikan 2045

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Pengurus Pramuka SLB E Negeri Pembina Sumut Dilantik, Penguatan Karakter Jadi Fokus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Polimedia Medan Dorong Kreativitas Mahasiswa Periklanan Lewat Kuliah Event Marketing

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemko-Kejari Perkuat Pengawasan Dana Pendidikan

Berita Terbaru