JAKARTA, SORDAH.com — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya mempercepat pembangunan daerah dengan menggandeng para perantau asal Tapanuli Utara yang berada di Jakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk membuka peluang investasi di sektor pertanian, pengembangan sumber daya manusia, dan pariwisata di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dengan sejumlah tokoh perantau di The Kengsinton Office Tower, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Pertemuan itu membahas penyusunan peta jalan pembangunan daerah sekaligus peluang pelibatan perantau dalam mendukung investasi. Pemerintah kabupaten menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal.
Sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembahasan. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan pariwisata juga masuk dalam agenda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pariwisata, salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan paket wisata rohani berbasis sejarah kekristenan di Tanah Batak. Rencana tersebut diarahkan melalui kerja sama dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba.
Selain paket wisata, pertemuan itu juga membahas usulan penyelenggaraan acara tahunan yang melibatkan para perantau. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi potensi Tapanuli Utara sekaligus membuka peluang investasi baru.
Namun, realisasi berbagai gagasan tersebut membutuhkan perencanaan yang lebih terukur. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pemetaan potensi dan kebutuhan investasi, mencakup luas lahan, jenis usaha yang dapat dikembangkan, serta perkiraan pembiayaan.
Pembentukan tim koordinasi juga diusulkan untuk memastikan rencana aksi dapat ditindaklanjuti. Langkah ini penting agar pembahasan bersama para perantau dapat berlanjut menjadi program pembangunan yang konkret.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap keterlibatan para perantau dapat memperluas dukungan terhadap pembangunan daerah. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan potensi dan komitmen kolaborasi tersebut menjadi investasi yang terealisasi serta memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
Penulis : Handrico S.
Editor : Dedy Hutajulu







