Menjadi Ciptaan Baru Melalui Semangat Pro Deo et Patria yang Berdampak

Sabtu, 18 April 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATANGSIANTAR, SORDAH.com – Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menggelar ibadah perayaan yang menitikberatkan pada pemaknaan hidup baru bagi seluruh civitas akademika dalam rangka Perayaan Paskah 2026. Kegiatan berlangsung di Gereja HKBP Resort Bongbongan, Sabtu (18/4/2026).

Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Muktar Panjaitan, menyampaikan bahwa Perayaan Paskah tahun ini sengaja digelar di luar kampus sebagai bentuk keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, rangkaian kegiatan meliputi jalan santai, penanaman pohon, dan ibadah bersama. “Ini bentuk aplikasi nyata bahwa kampus harus berdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon menjadi bukti kepedulian kampus terhadap isu ekologis dan pelestarian lingkungan.

Dalam khotbah yang berlandaskan 2 Korintus pasal 5 ayat 17, Pendeta Fritz Sihombing menekankan pentingnya pembaharuan kemanusiaan sebagai respons nyata terhadap panggilan Pro Deo et Patria atau Demi Tuhan dan Ibu Pertiwi.

Ia menjelaskan bahwa menjadi ciptaan baru bukan sekadar perubahan status, melainkan transformasi hati yang mendalam. Dari hati yang diperbarui, menurutnya, akan lahir gagasan besar dan terobosan yang bermanfaat bagi institusi maupun bangsa.

“Pembaharuan kemanusiaan harus dimulai dari hati. Jika hati kita baru dan penuh anugerah, maka kita akan memiliki keberanian membangun terobosan baru,” katanya.

Dalam pesannya kepada dosen, Fritz mengingatkan bahwa tugas mengajar bukan sekadar hubungan transaksional, tetapi bagian dari ibadah dan pengabdian.

Sementara bagi mahasiswa, hidup baru dimaknai dengan meninggalkan kebiasaan buruk seperti titip absen, serta mulai menghargai proses belajar dan tanggung jawab akademik.

Ia juga menguraikan tiga tingkatan pengabdian dalam mewujudkan semangat Pro Deo et Patria, yakni berjuang sebagai tingkatan dasar, mengabdi dengan dedikasi tinggi, dan berkorban sebagai bentuk tertinggi dengan mengutamakan kepentingan institusi serta Tuhan di atas kepentingan pribadi.

Menurutnya, lulusan kampus diharapkan mampu menciptakan peluang, bertransformasi, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyusahkan. Mari kita jaga lingkungan dan jadikan universitas ini sebagai mata air kebaikan bagi sesama,” tutupnya. (Redaksi)

Berita Terkait

Video Viral Bullying Siswi SMP, Disdik Pematangsiantar Pastikan Tak Ada Pengeroyokan
SOIna Sumut Bidik Emas di Pesonas II, Berharap Atlet dan Pelatih Tembus SOWSG 2027
837 Pelajar Ramaikan Senam Nusantara Piala Ketua DPRD Pematangsiantar
Sofyan Tan Dorong Pertanian Organik, Pangan Sehat untuk Jaga Bumi dan Manusia
Budaya Batak Warnai Pelaksanaan PKKMB Nommensen Siantar
Nommensen Siantar dan Pemko Pematangsiantar Perkuat Kolaborasi Akademik untuk Pembangunan Daerah
81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kita Mengisi Kemerdekaan dengan Karya?
Lebih dari 250 Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Keracunan MBG
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:47 WIB

Video Viral Bullying Siswi SMP, Disdik Pematangsiantar Pastikan Tak Ada Pengeroyokan

Kamis, 24 September 2026 - 08:25 WIB

SOIna Sumut Bidik Emas di Pesonas II, Berharap Atlet dan Pelatih Tembus SOWSG 2027

Rabu, 23 September 2026 - 19:01 WIB

837 Pelajar Ramaikan Senam Nusantara Piala Ketua DPRD Pematangsiantar

Senin, 21 September 2026 - 00:29 WIB

Sofyan Tan Dorong Pertanian Organik, Pangan Sehat untuk Jaga Bumi dan Manusia

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Budaya Batak Warnai Pelaksanaan PKKMB Nommensen Siantar

Berita Terbaru

Ekonomi

Kriyanusa 2026, Produk Siantar Dilirik Nasional

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:30 WIB