81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kita Mengisi Kemerdekaan dengan Karya?

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr. Muktar B. Panjaitan, M.Pd

Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr. Muktar B. Panjaitan, M.Pd

Pematangsiantar, SORDAH.Com — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di lapangan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan sivitas akademika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar bersama keluarga besar SMA Swasta Kampus.

Upacara tersebut dihadiri unsur fungsionaris dan dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar serta unsur pimpinan dan tenaga pendidik SMA Swasta Kampus. Kebersamaan dalam upacara menjadi momentum untuk memperingati perjuangan para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi masa kini dalam mengisi kemerdekaan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr. Muktar B. Panjaitan, M.Pd. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui karya, prestasi, kedisiplinan, dan pengabdian.

Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Muktar menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan upaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, kreatif, produktif, serta mampu menghadapi perkembangan teknologi.

Ia membagi makna tema tersebut ke dalam tiga bagian utama, yakni Indonesia berdaulat, Indonesia adil, dan Indonesia makmur.

Dalam konteks Indonesia berdaulat, kedaulatan bangsa dinilai harus ditopang sumber daya manusia yang unggul. Perguruan tinggi dan sekolah memiliki tanggung jawab untuk membangun ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Sementara itu, Indonesia yang adil harus dimulai dari lingkungan terdekat. Sikap saling menghormati, memberikan kesempatan yang sama, menjunjung kejujuran, serta menghindari diskriminasi menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang berkeadilan.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk bersatu,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Untuk mewujudkan Indonesia makmur, Muktar mendorong para pelajar dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk memperoleh nilai, tetapi juga menjadi proses mempersiapkan diri agar mampu menjadi generasi yang berguna bagi bangsa.

Kepada para dosen, guru, dan tenaga kependidikan, ia mengingatkan pentingnya menjadi teladan dalam integritas, disiplin, profesionalisme, dan pelayanan. Pendidikan yang baik, katanya, bukan hanya menghasilkan orang pintar, tetapi juga manusia yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut juga menjadi ajakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Bagi generasi muda di lingkungan sekolah dan kampus, menjaga kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar secara sungguh-sungguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Kemerdekaan, dengan demikian, tidak berhenti pada upacara dan seremoni. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang dapat dilakukan setiap generasi untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Marilah kita belajar lebih sungguh-sungguh, bekerja lebih baik, berkarya lebih banyak, dan mengabdi lebih tulus,” menjadi pesan reflektif dalam peringatan tersebut.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, khususnya melalui dunia pendidikan.

Penulis: Handrico S.
Editor: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Nommensen Siantar dan Pemko Pematangsiantar Perkuat Kolaborasi Akademik untuk Pembangunan Daerah
Lebih dari 250 Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Keracunan MBG
Rektor UNIMED Kukuhkan Ribuan Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Gedung TK Negeri Pembina Sidikalang II Mulai Dibangun di Atas Tanah Hibah Keluarga Ujung
Bobby Nasution Berkantor di Nias, Keluhan Warga Langsung Ditangani
SMA Swasta HKBP Hutabayu Raja Gelar Workshop Deep Learning dan Coding, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol
Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Nommensen Siantar dan Pemko Pematangsiantar Perkuat Kolaborasi Akademik untuk Pembangunan Daerah

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:21 WIB

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kita Mengisi Kemerdekaan dengan Karya?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Lebih dari 250 Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Keracunan MBG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Rektor UNIMED Kukuhkan Ribuan Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Gedung TK Negeri Pembina Sidikalang II Mulai Dibangun di Atas Tanah Hibah Keluarga Ujung

Berita Terbaru

Politik

P-APBD 2026 Tak Dibahas, GAMPERA Soroti Pengawasan DPRD

Senin, 31 Agu 2026 - 10:20 WIB

Daerah

P-APBD 2026 Gagal, GAMPERA Sentil DPRD Pematangsiantar

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:29 WIB