Data Jujur Bongkar Kemiskinan! Gus Ipul Ungkap Cara Baru Pemerintah Pangkas Angka Miskin Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SORDAH.com – Pemerintah terus memacu langkah percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program tersebut terletak pada satu hal mendasar, yakni kejujuran data.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Jakarta, Senin (27/4/2026), yang dipimpin Menko PM Muhaimin Iskandar.

Menurut Gus Ipul, Presiden memberi perhatian serius terhadap akurasi data masyarakat miskin agar bantuan sosial atau bansos benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

“Kalau datanya jujur, program pemerintah akan tepat sasaran. Kalau datanya salah, bantuan bisa meleset,” ujar Gus Ipul.

Saat ini pemerintah menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) sebagai acuan tunggal lintas kementerian dan lembaga. Sistem ini menjadi fondasi baru dalam menekan angka kemiskinan melalui tiga strategi utama.

Pertama, pembaruan data secara berkala agar kondisi masyarakat terus terpantau secara real time.

Kedua, penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran untuk mengurangi inclusion error dan exclusion error.

Ketiga, penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pemberdayaan.

Tak hanya itu, digitalisasi bansos disebut menjadi game changer dalam memperbaiki kualitas data nasional. Dalam uji coba terbaru, tingkat kesalahan data berhasil ditekan drastis dari 77 persen menjadi 28 persen.

“Target kami, error data turun di bawah 5 persen. Dengan sistem digital yang kuat, anggaran negara akan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Langkah ini mulai membuahkan hasil. Angka kemiskinan ekstrem nasional kini turun dari 1,26 persen menjadi 0,78 persen. Bahkan, lebih dari 1,3 juta jiwa disebut telah berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem.

Pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 bisa tercapai jika seluruh pihak menjaga integritas data dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Editor: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Kembali Raih WTP dari BPK RI, Pemko Pematangsiantar Perkuat Transparansi Keuangan
E-Purchasing Konstruksi Kini Wajib, Alatan Indonesia Bongkar Peluang dan Risiko E-Katalog V6
Pemko Pematangsiantar dan BKN Medan Bahas Persoalan ASN, Penegakan Disiplin hingga Seleksi Jabatan Jadi Sorotan
Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Lewat Program Presidential Future Leaders 2026
Naik Signifikan, Kota Pematangsiantar Catat Lonjakan Reformasi Birokrasi di Era Wesly
BRIN Rilis E-Book 101 Ide Industri Kreatif, Dorong Riset Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Indonesia
Bupati Humbahas Sidak Sejumlah OPD Usai Libur, Pastikan Disiplin ASN dan Pelayanan Tetap Optimal
Langit Indonesia Makin Dijaga, Prabowo Resmikan Rafale dan Alutsista Strategis TNI
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:13 WIB

Kembali Raih WTP dari BPK RI, Pemko Pematangsiantar Perkuat Transparansi Keuangan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:59 WIB

E-Purchasing Konstruksi Kini Wajib, Alatan Indonesia Bongkar Peluang dan Risiko E-Katalog V6

Senin, 25 Mei 2026 - 11:48 WIB

Pemko Pematangsiantar dan BKN Medan Bahas Persoalan ASN, Penegakan Disiplin hingga Seleksi Jabatan Jadi Sorotan

Senin, 25 Mei 2026 - 10:51 WIB

Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Lewat Program Presidential Future Leaders 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:37 WIB

Naik Signifikan, Kota Pematangsiantar Catat Lonjakan Reformasi Birokrasi di Era Wesly

Berita Terbaru