Investor Tiongkok dan Koperasi Pers Bahas Mesin Pengering Gabah Kapasitas 10 Ton 15 jam untuk Petani Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, SORDAH.com – Upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian di Sumatera Utara mulai menunjukkan arah baru setelah investor asal Tiongkok bersama Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia membahas rencana pengadaan mesin pengering gabah berteknologi tinggi atau mobile grain dryer.

Pertemuan yang digelar di Medan pada Selasa, 28 April 2026 itu menjadi titik awal kerja sama pengolahan pascapanen yang ditargetkan mampu memangkas kerugian petani akibat cuaca dan keterlambatan proses pengeringan gabah.

Dalam pemaparan teknis, pihak produsen menjelaskan bahwa mesin tersebut mampu mengeringkan hingga 10 ton gabah hanya dalam waktu sekitar 15 jam. Teknologi ini dinilai lebih efisien dibanding metode konvensional yang selama ini bergantung pada panas matahari.

Investor Tiongkok menyatakan kesepakatan awal untuk mendatangkan unit mesin ke Indonesia sebagai tahap uji coba. Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi implementasi karena dinilai memiliki potensi pertanian yang besar dan kebutuhan pascapanen yang tinggi.

Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, disebut akan menjadi pusat operasional awal di Desa Paret Kaca, yang disiapkan sebagai area pengolahan sekaligus workshop pengembangan.

Pihak koperasi menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi petani dalam rantai produksi. Pengolahan gabah yang lebih cepat diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus menekan kerugian saat musim hujan.

Rencana kerja sama ini juga akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi dan pihak investor sebagai dasar pengembangan program ke depan, termasuk sinergi dengan kelompok tani di daerah.

Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi pertanian modern di Sumatera Utara, khususnya dalam penguatan sektor pascapanen berbasis koperasi dan kemitraan internasional.

Penulis: Lindung Silaban
Editor: Jon Roi Purba

Berita Terkait

Leadership Camp GAMPERA di Toba, BI Pematangsiantar Kupas Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Global
Presiden Tegaskan APBN Jadi Instrumen Perlindungan Rakyat dan Penguat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Dari Hobi Jadi Peluang Bisnis, Bobby Nasution Apresiasi Kontes Burung Berkicau
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih
GAMPERA dan Bank Indonesia Pematangsiantar Klarifikasi Kegiatan Media di Balikpapan, Bahas Pengendalian Inflasi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Jaga Stabilitas
KUR Bunga 0 Persen Hadir di Dairi, Pelaku UMKM Didorong Naik Kelas
Gubsu Dorong Peran LPS di Medan untuk Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Bank
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:09 WIB

Leadership Camp GAMPERA di Toba, BI Pematangsiantar Kupas Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Global

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:11 WIB

Presiden Tegaskan APBN Jadi Instrumen Perlindungan Rakyat dan Penguat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:13 WIB

Dari Hobi Jadi Peluang Bisnis, Bobby Nasution Apresiasi Kontes Burung Berkicau

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:18 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:02 WIB

GAMPERA dan Bank Indonesia Pematangsiantar Klarifikasi Kegiatan Media di Balikpapan, Bahas Pengendalian Inflasi

Berita Terbaru

Daerah

Humbahas Promosikan UMKM Unggulan di PRSU 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 16:19 WIB

Daerah

GAMPERA Cetak Kader Muda Berintegritas Lewat PAB 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:27 WIB