Mendikdasmen Tekankan Sekolah Tak Boleh Keras, Begini Cara Bangun Disiplin Tanpa Hukuman Fisik

Senin, 6 April 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sordah.com, Pekalongan – Pendidikan tidak lagi sekadar soal materi pelajaran. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang membangun karakter dan peradaban, bukan tempat yang menakutkan bagi siswa.

Hal ini disampaikan dalam dialog pendidikan di Kabupaten Pekalongan yang dihadiri ratusan kepala sekolah dan guru. Ia menekankan pentingnya penerapan budaya sekolah aman dan nyaman sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Menurutnya, kunci utama pendidikan adalah memuliakan. Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya menjunjung tinggi ilmu sebagai fondasi pembelajaran.

Konsep ini diperkuat melalui pendekatan hidden curriculum, yakni pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Nilai seperti disiplin, sopan santun, dan saling menghargai tidak selalu diajarkan di kelas, tetapi dibentuk melalui keteladanan.

Menteri Mu’ti menegaskan, disiplin tidak boleh dibangun dengan kekerasan. Pendekatan yang digunakan harus mendidik, membuat siswa sadar, dan mendorong perubahan perilaku secara positif.

Ia juga memperkenalkan pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. Artinya, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi memahami secara mendalam dan terlibat aktif dalam proses belajar.

Dalam forum tersebut, ia didampingi Plt Bupati Pekalongan Sukirman serta Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Nur Izzah.

Lebih lanjut, peran guru juga ditegaskan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi pembimbing yang mendampingi siswa secara akademik, sosial, dan emosional. Bahkan, setiap guru diharapkan mampu berperan sebagai wali bagi siswa.

Penyelesaian masalah di sekolah pun diimbau dilakukan melalui dialog, bukan hukuman. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga hubungan baik antara sekolah, siswa, dan orang tua.

Dengan kolaborasi semua pihak, sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat, sekaligus mampu memanusiakan setiap individu secara berkelanjutan. (Lindung Silaban)

Berita Terkait

SMA Swasta HKBP Hutabayu Raja Gelar Workshop Deep Learning dan Coding, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol
Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan
Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak
Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh
Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening
Fiesta PGSD 2026 Ditutup, Tari Kreasi hingga Microteaching Tunjukkan Kualitas Mahasiswa PGSD
Guru SLB Harus Naik Kelas, Seminar Guru di Atas Garis dan Growth Mindset Digelar di Deli Serdang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:37 WIB

Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:51 WIB

Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:00 WIB

Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:47 WIB

Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening

Berita Terbaru

Daerah

Humbahas Promosikan UMKM Unggulan di PRSU 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 16:19 WIB

Daerah

GAMPERA Cetak Kader Muda Berintegritas Lewat PAB 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:27 WIB