Pematangsiantar, SORDAH.Com – TK PAUD Nazaret HKBP menggelar Pagelaran Seni dan Budaya Batak bertajuk Musical From Then to Now Kisah Kehidupan Batak di Manna Hotel Pematangsiantar, Kamis, (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pendidikan karakter anak usia dini melalui pendekatan seni, budaya, kreativitas, serta penguatan nilai iman yang diperkenalkan sejak dini.
Beragam pertunjukan seni ditampilkan para peserta didik dengan mengangkat perjalanan kehidupan masyarakat Batak, mulai dari nilai budaya leluhur, kehidupan keluarga, pendidikan karakter, hingga perjalanan pelayanan kekristenan di Tanah Batak.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian peserta dan tamu undangan yakni pementasan kisah pelayanan I.L. Nommensen yang menggambarkan perjalanan penyebaran ajaran Kristen di tengah masyarakat Batak.
Kepala Sekolah TK PAUD Nazaret HKBP Pematangsiantar, Diakones Rita Manik, S.Pd, mengatakan pendidikan karakter perlu dibangun sejak anak berada pada usia dini, termasuk melalui pengenalan budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan identitas generasi muda.
Menurut Rita, budaya memiliki peran penting dalam membentuk anak menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, kreatif, dan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Melalui pembelajaran budaya, anak-anak diajak mengenal jati diri mereka. Dalam pagelaran ini, mereka menampilkan kisah kehidupan Batak serta perjalanan pelayanan Nommensen di Tanah Batak. Kami berharap anak-anak semakin mengenal budaya dan nilai kehidupan mereka sejak dini,” ujarnya.
Kepala Biro Diakoni Sosial Caritas Emergency HKBP, Pdt. Osten Matondang, S.Th, menilai seni memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia karena menjadi ruang ekspresi, pembelajaran, serta pengembangan kreativitas anak.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran seni budaya oleh TK Nazaret HKBP yang dinilai mampu memberi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh melalui seni dan pengenalan budaya.
“Seni memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kami mengapresiasi TK Nazaret HKBP yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi dan belajar melalui budaya,” katanya.

Ketua Sekolah Tinggi Theologi HKBP, Pdt. Dr. Sukanto Limbong, turut menyampaikan apresiasi atas langkah TK PAUD Nazaret HKBP yang memperkenalkan identitas budaya kepada anak sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan berbasis budaya menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Anak-anak sejak usia dini sudah diperkenalkan pada identitas budaya mereka. Pendidikan karakter dan penguatan budaya memang perlu dimulai sejak awal,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min. Ia menilai pagelaran tersebut dipersiapkan dengan baik dan menunjukkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak.
Menurut Eldarton, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperkuat karakter, budaya, kreativitas, rasa percaya diri, dan nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan.
“Budaya Batak memiliki kearifan lokal yang penting untuk dijaga. Pendidikan yang menggabungkan budaya, karakter, kreativitas, dan nilai iman menjadi bagian dari pembentukan generasi yang utuh,” ujarnya.
Ia berharap TK Nazaret HKBP terus menjadi lembaga pendidikan holistik yang mampu menghadirkan pembelajaran berbasis kasih, budaya, dan pembentukan karakter, sekaligus menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di lingkungan HKBP.
Pagelaran Seni dan Budaya TK PAUD Nazaret HKBP Pematangsiantar menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikembangkan melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga melalui penguatan budaya, pendidikan karakter, kreativitas, nilai keluarga, dan nilai spiritual.
Penulis: Fernando Sirait
Editor: Deddy Hu








