Medan, SORDAH.Com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menunjukkan komitmennya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dengan berkantor langsung di Kepulauan Nias.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai persoalan masyarakat di wilayah kepulauan dapat ditangani lebih cepat. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ingin memastikan jarak geografis dan proses birokrasi tidak menjadi hambatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Selama dua tahap berkantor di Nias, Bobby Nasution tidak hanya menjalankan agenda pemerintahan. Ia juga turun langsung melihat kondisi fasilitas publik, berdialog dengan masyarakat, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan segera. Sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan bahkan langsung ditindaklanjuti dengan kebijakan dan bantuan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara Erwin Hotmansah Harahap mengatakan kehadiran gubernur secara langsung di Kepulauan Nias merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan merata. “Kehadiran Pak Gubernur berkantor langsung di Kepulauan Nias hingga dua tahap merupakan komitmen bahwa masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama hanya karena kendala jarak. Jika masyarakat belum bisa menjangkau pemerintah, maka pemerintah yang harus datang menjemput masalah itu langsung ke masyarakat,” ujar Erwin, Selasa (11/8/2026).
Menurut Erwin, Kepulauan Nias merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sumatera Utara. Karena itu, pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut harus terus didorong agar bergerak setara dengan daerah lainnya.
Salah satu lokasi yang ditinjau Bobby adalah RSUD Thomsen Gunungsitoli. Di rumah sakit tersebut, gubernur melihat langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ruang hemodialisis, ruang anak, dan radiologi.
Dalam kunjungan itu, Bobby juga memberikan bantuan untuk menanggung biaya transportasi dua pasien yang harus dirujuk ke Medan guna mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan. Perhatian Bobby juga menyasar sektor pendidikan.
Saat meninjau SMP Negeri 4 Sitolu Ori, Nias Utara, ia melihat kondisi sekolah yang sejak 2024 terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di bangunan beratap seng dengan dinding papan yang telah mengalami kerusakan.
Melihat kondisi tersebut, Bobby langsung mengambil langkah untuk membantu pembangunan gedung sekolah yang lebih layak.SMP Negeri 4 Sitolu Ori dipastikan memperoleh bantuan pembangunan tiga ruang kelas lengkap dengan furnitur, satu ruang administrasi, serta fasilitas sanitasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Kondisi serupa ditemukan di SD Negeri Lasara, Nias Utara. Sebanyak 53 siswa harus mengikuti pembelajaran dengan keterbatasan ruang kelas. Bahkan, siswa kelas 1 dan kelas 2 terpaksa belajar dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan menggunakan selembar tirai.
Bobby kemudian menginstruksikan pembenahan bangunan sekolah dan penambahan ruang kelas. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. Tidak hanya turun meninjau lokasi, Bobby juga membawa sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam kunjungannya ke Nias.
Kehadiran jajaran OPD tersebut dimaksudkan agar berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera diterjemahkan menjadi program kerja dan langkah penanganan konkret. Dengan pola tersebut, aspirasi masyarakat tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi dapat langsung ditindaklanjuti oleh perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Bobby juga menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota se-Kepulauan Nias untuk mengajukan usulan Bantuan Keuangan Provinsi atau BKP Tahun Anggaran 2027 sejak dini. Langkah itu dinilai penting agar berbagai program pembangunan dapat mulai berjalan sejak awal tahun anggaran.“Pak Gubernur meminta kepala daerah untuk memprioritaskan program yang berdampak langsung kepada rakyat, terutama di sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” kata Erwin.
Kehadiran langsung Gubernur Sumatera Utara bersama jajaran OPD di Kepulauan Nias menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Pemprov Sumut menegaskan jarak geografis tidak boleh menjadi alasan tertundanya pelayanan publik. Masyarakat di Kepulauan Nias memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan fasilitas dasar yang layak.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, pemerintah berharap setiap persoalan dapat lebih cepat dipetakan, ditentukan solusinya, dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Slug:bobby-nasution-berkantor-di-nias-keluhan-warga-langsung-ditanganiKata
Penulis: Handrico S
Editor: Jon Roi Purba






