BRIN Beberkan Bahasa Ibu, Kunci Kecerdasan Anak di Era Global

Senin, 6 April 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sordah.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan peran krusial bahasa ibu dalam membentuk kecerdasan anak. Di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa ibu dinilai bukan sekadar alat komunikasi, tetapi fondasi utama perkembangan kognitif dan intelektual.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Yogaswara, menyebut bahasa ibu memiliki peran strategis dalam mendukung kemampuan akademik anak. Hal ini disampaikannya dalam webinar bertajuk Bahasa Ibu sebagai Pondasi Kognitif Diskursus Kebijakan dan Tantangan Praktis di Era Global.

Menurutnya, berdasarkan konsep Common Underlying Proficiency, kemampuan kognitif yang terbentuk melalui bahasa ibu dapat ditransfer saat anak mempelajari bahasa kedua. Artinya, penguasaan bahasa pertama justru mempercepat proses belajar bahasa lain.

Namun, tantangan di lapangan masih besar. Data UNESCO tahun 2023 menunjukkan banyak anak mengalami buta huruf fungsional karena dipaksa belajar menggunakan bahasa yang tidak digunakan di lingkungan rumah.

Di Indonesia, penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar sebenarnya telah diakomodasi dalam kebijakan pendidikan. Namun implementasinya masih terkendala keterbatasan bahan ajar, minimnya tenaga pengajar, serta stigma bahwa bahasa daerah kurang bernilai.

BRIN mendorong strategi pendidikan multilingual sebagai solusi. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain pengembangan bahan ajar berbasis bahasa ibu, inovasi metode pembelajaran di daerah tertinggal, hingga penguatan kebijakan kurikulum yang lebih inklusif terhadap keragaman bahasa.

Pandangan ini juga didukung studi World Bank yang menyebut investasi pada bahasa ibu sebagai strategi pendidikan yang efisien namun berdampak besar dalam jangka panjang.

Praktisi pendidikan multilingual, Luminda Belesima Tahapary, menambahkan bahwa bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang membentuk cara berpikir anak. Bahasa ini menjadi dasar dalam memahami konsep baru, membangun identitas, serta mengembangkan kemampuan belajar.

Ia menekankan, penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar sangat efektif, terutama di wilayah terpencil. Banyak kesulitan belajar bukan disebabkan kemampuan anak, melainkan perbedaan bahasa antara rumah dan sekolah.

Dengan pendekatan ini, anak dapat membangun kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung dengan lebih kuat sebelum beralih ke pembelajaran yang lebih kompleks.

Pendekatan bertahap dalam pembelajaran bahasa juga dinilai penting. Anak memulai dari kemampuan komunikasi dasar, lalu berkembang ke kemampuan akademik yang lebih tinggi tanpa kehilangan bahasa ibu.

Penguatan bahasa ibu diyakini mampu meningkatkan daya pikir kritis, pemahaman informasi, serta kesiapan anak menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya. (Lindung Silaban)

Berita Terkait

SMA Swasta HKBP Hutabayu Raja Gelar Workshop Deep Learning dan Coding, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol
Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan
Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak
Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh
Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening
Fiesta PGSD 2026 Ditutup, Tari Kreasi hingga Microteaching Tunjukkan Kualitas Mahasiswa PGSD
Guru SLB Harus Naik Kelas, Seminar Guru di Atas Garis dan Growth Mindset Digelar di Deli Serdang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:37 WIB

Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:51 WIB

Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:00 WIB

Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:47 WIB

Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening

Berita Terbaru

Daerah

Humbahas Promosikan UMKM Unggulan di PRSU 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 16:19 WIB

Daerah

GAMPERA Cetak Kader Muda Berintegritas Lewat PAB 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:27 WIB