Sofyan Tan Soroti UKS di Sekolah, Wastafel dan Kebersihan Siswa Dinilai Kunci Cegah Penyakit

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, SORDAH.Com — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menegaskan Unit Kesehatan Sekolah atau UKS tidak lagi boleh dipandang sekadar ruang istirahat bagi siswa yang sakit atau kelelahan. Menurut dia, UKS harus menjadi pusat pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah demi mendukung lahirnya generasi emas Indonesia 2045.

Pernyataan itu disampaikan Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Pendidikan bertema Revitalisasi UKS sebagai Pilar Utama Mewujudkan Sekolah Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama Komisi X DPR RI di Hotel Le Polonia, Medan, Sabtu (16/5).

“UKS sering diartikan sebagai tempat anak kalau pingsan atau kelelahan untuk beristirahat. Padahal kalau namanya Unit Kesehatan Sekolah, maka harus punya peran penting memastikan lingkungan sekolah sehat,” ujar Sofyan Tan.

Menurut Sofyan, sekolah sehat harus dimulai dari fasilitas dasar yang memadai, seperti toilet bersih, wastafel dengan air mengalir, hingga edukasi kebersihan diri yang dilakukan secara rutin kepada siswa. Kebiasaan sederhana, seperti memeriksa kebersihan kuku siswa, dinilai mampu membentuk pola hidup sehat sejak dini.

Ia menyoroti masih tingginya risiko penyakit menular pada anak usia sekolah yang berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan. Beberapa penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare, cacingan, hingga flu Singapura disebut masih kerap ditemukan di lingkungan sekolah.

“Kita tahu penyakit anak sekolah banyak berkaitan dengan kebersihan. Karena itu kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri sangat penting,” kata legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I tersebut.

Sofyan juga menyinggung pentingnya penyediaan wastafel dan sabun di sekolah, terutama setelah diterapkannya program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Menurut dia, kebiasaan mencuci tangan menggunakan air kobokan sudah tidak relevan karena berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Harusnya sekolah sudah menyediakan wastafel agar siswa bisa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan. Ini penting karena sekarang siswa setiap hari makan di sekolah,” ujarnya.

Selain fasilitas, Sofyan menilai kolaborasi antara sekolah dan puskesmas perlu diperkuat untuk memberikan edukasi kesehatan secara berkala kepada siswa. Puskesmas dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penyuluhan kesehatan di lingkungan pendidikan.

“Beberapa penyakit utama seperti diare dan cacingan bisa dicegah lewat strategi sekolah yang sederhana, salah satunya menjaga kebersihan tangan,” katanya.

Ia menambahkan, revitalisasi UKS merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran hidup bersih. Pemerintah, kata dia, saat ini juga tengah memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak melalui program MBG.

Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SMP Kemendikdasmen, Dr Poppy Dewi Puspitawati, MA, mengapresiasi dukungan Sofyan Tan terhadap penguatan program sekolah sehat. Menurut dia, sinergi pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang sehat dan berkualitas.

“UKS adalah pilar utama sekolah sehat. Revitalisasi UKS merupakan kerja besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” ujar Poppy.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Sarpras dan Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Abdul Gani, M.Pd, narasumber Catur Budi Santosa, SE, M.Ak, Sahara, SS, M.Pd, Dr Hj Lenni Estiani, serta moderator Adri Hermawan, M.Psi.

Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hy

Berita Terkait

SMA Swasta HKBP Hutabayu Raja Gelar Workshop Deep Learning dan Coding, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol
Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan
Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak
Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh
Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening
Fiesta PGSD 2026 Ditutup, Tari Kreasi hingga Microteaching Tunjukkan Kualitas Mahasiswa PGSD
Guru SLB Harus Naik Kelas, Seminar Guru di Atas Garis dan Growth Mindset Digelar di Deli Serdang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:37 WIB

Anak Buruh Tani Asal Gunungkidul Tembus Akuntansi UGM, Kuliah Gratis Lewat Beasiswa UKT Nol

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:51 WIB

Aktif Organisasi dan Kompetisi Nasional, Maureen Jadi Lulusan Sarjana Terapan Tercepat UGM dengan Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:00 WIB

Wisuda Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, 207 Lulusan Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdampak

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:47 WIB

Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Naik, Transfer Langsung ke Rekening

Berita Terbaru

Daerah

Humbahas Promosikan UMKM Unggulan di PRSU 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 16:19 WIB

Daerah

GAMPERA Cetak Kader Muda Berintegritas Lewat PAB 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:27 WIB